oleh

Pelaksana Proyek Jembatan Munte Diduga Menggunakan Material Pasir dan Batu Ilegal.

faktual.net, Jeneponto, Sulsel– Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulawesi Selatan menilai bahwa pelaksana Rekontruksi jembatan munte multifungsi sekaligus menjadi penambang tak berizin,

Kenapa tidak. bahan material yang di gunakan antara lain pasir dan batu kali bersumber dari hasil penambangan yang di duga ilegal,

Ketua LPK Sul-Sel Hasan Anwar menilai bahwa pelaksana Rekontrusi Jembatan munte melanggar UU minerba Pasal 158 yang sama sekali tak memiliki dokumen Izin usaha Pertambangan,

“Ia kami anggap Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi, kelayakan lingkungan untuk ditambang dan Izin usaha Pertambangan Produksi,”ujar Hasan Anwar,

Salah satu masyarakat sekitar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, proyek Jembatan yang berada di Munte awalnya memang mengambil meterial pasir dan batu diluar, tapi setelah jauh saya perhatikan dia sudah mengambil meterial di samping proyek tersebut yang diduga Ilegal,

” iyye pak awalnaji ambil pasir dari luar, setelah jauh saya perhatikan dia sudah mengambil material pasir dan batu dari sungai dekat Proyek itu, kemudian lama mi itu pak ambil terus batu dan pasir di sungai sekitar Proyek tersebut, ucap warga kepada media, senin,(04/10/22)

Lanjut Hasan Anwar, pihaknya megatakan akan terus melengkapi dokumen tambahan untuk melaporkan pelaksana berinisial (TK) ke APH yang di duga melakukan penambangan ilegal dan Menggunakan material di Proyek Jembatan Munte yang sementara berjalan, tutupnya

 

Reporter: Pupung

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :