Pedagang Minta Disbudpar Berlaku Adil Soal Pembagian Tempat Kuliner

106

Faktual.Net,Tidore. Sejumlah pedagang di kawasan pantai tugulufa mengeluhkan atas sikap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan saat melakukan pengundian nomor urut terkait dengan pembagian tempat kuliner untuk mereka berjualan yang bertempat didepan pasar Rakyat yang berdekatan dengan Pasar Sarimalaha Kelurahan Indonesia Kecamatan Tidore.

Menurut salah satu pedagang yang berjualan di kawasan pantai Tugulufa, Mustafa Adam kepada media ini mengungkapkan bahwa dari pengundian yang dilakukan oleh Disbudpar terkesan ada unsur nepotisme, pasalnya dari jumlah tempat jualan yang disediakan sebanyak 44 Unit, namun dalam pengundian ada beberapa nomor yang tidak diundi. Diantaranya tempat kuliner nomor 1, 2, 3, 43, dan 44. Hal ini tentu membuat pedagang merasa kesal dan kecewa.

“Banyak pedagang yang mengeluhkan hal ini, namun mereka takut untuk menyuarakan. Oleh karena itu saya sebagai pedagang yang tau betul dengan kondisi disini ingin meminta kejelasan dari Disbudpar soal masalah ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, lelaki yang merupakan pemilik Warung Kopi Sahabat itu berharap agar dalam pembagian tempat jualan, Disbudpar bisa lebih adil dan komitmen dengan kesepakatan bersama yang telah dibicarakan, dimana pada saat rapat sebelumnya pihak Disbudpar mengaku bahwa dari semua tempat akan dilakukan pengundian, setelah semua pedagang sudah mendapatkan tempat berdasarkan nomor undian, kemudian sisanya akan dilakukan lelang kepada pedagang lainnya. Sebab jumlah pedagang pemilik warung di tugulufa hanya sebanyak 38. Sehingga masih terdapat 6 unit tempat yang masih kosong dan akan dilelang oleh Disbudpar.

Baca Juga :  Walikota Tikep Serahkan Sertifikat Tanah Gratis Di Kecamatan Oba

“Hasil rapat mereka bilang untuk pedagang yang berjumlah sebanyak 38 di tugulufa ini menjadi prioritas terkecuali yang tidak aktif, dan untuk saat ini dari 38 pemilik warung di tugulufa itu yang tidak aktif sebanyak 5 pemilik warung, diantaranya Rumah Makan Gipsi, Warkop The Prent, Warung Bambu, Café Fifi, dan Rumah Makan Salsabila,” tuturnya.

Untuk itu dia mempertanyakan terkait dengan proses pengundian yang dilakukan oleh Disbudpar Tikep, pasalnya jika dihitung dari total tempat kuliner yang disediakan sebanyak 44 kemudian dibagikan ke pemilik warung makan maupun warung kopi yang aktif sebanyak 33 di tugulufa maka sisanya masih terdapat sebanyak 11 unit tempat yang belum diundi.

Baca Juga :  Heboh, Masyarakat Malakaji dilarang Buang Sampah, berikut tanggapan lurah malakaji dan kabid DLH

Hanya saja pada saat pembagian nomor undian yang dilakukan pada Kamis, 9 Januari 2020 yang bertempat di kantor Disbudpar Kota Tikep, ada sebagian pedagang aktif yang belum mengambil nomor undian karena pedagang tersebut sedang libur berjualan.

“Seharusnya nomor undian yang tersisa itu sebanyak 11, namun disaat saya pergi mengambil nomor undian di Kantor Disbudpar pada Senin kemarin itu yang tersisa hanya 3, untuk itu saya mempertanyakan 8 nomor undian lainnya dimana.? Karena setelah saya kroscek di lokasi itu 29 pemilik aktif dari 33 pedagang di tugulufa sudah ambil nomor undian minus Elang Cafe,” pungkasnya.

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :