Faktual.net – GPIB Tugu, Jakarta Utara, DKI Jakarta – Minggu (25/1/2026) –
Ayat Acuan: Habakuk 3:17-18 – Ketika nabi Habakuk menghadapi kondisi yang menyakitkan hati dan membuatnya kecewa, dia tidak memilih untuk berpaling dari Tuhan. Bahkan dalam tengah kesulitan—bahkan jika pohon ara yang menjadi sumber kehidupan dan pengharapan layu—ia tetap teguh dalam kepercayaannya.
Pdt. Josep Bates Raku yang merupakan Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Tugu, Jakarta Utara membawakan Khotbah Minggu mengajak jemaat untuk mengikuti contoh Habakuk: tidak pernah meragukan kuasa Tuhan yang berdaulat. Hidup seringkali menghadapkan kita pada hal-hal yang tidak menyenangkan, seperti ketidakadilan di tempat kerja, konflik di lingkungan sekitar, atau pergumulan dalam rumah tangga. Pada saat seperti itu, yang dibutuhkan adalah sikap untuk tidak menyimpang dari iman, melainkan belajar untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan.
“Kesetiaan beriman harus kita jaga baik di saat nyaman maupun di saat sulit dan bergumul. Tuhan sedang menyiapkan kemenangan yang pasti bagi orang yang percaya kepada-Nya. Seperti yang tertulis dalam Habakuk 2:3, meskipun jawaban Tuhan tampak lambat, Ia tidak pernah menipu dan janji-Nya tidak akan tertunda. Ada jaminan kepastian bahwa Tuhan akan menjawab sesuai dengan kehendak-Nya yang mulia, bukan sekadar sesuai dengan keinginan kita sendiri,” ujar Pdt. Joseph.
Pesan utama yang disampaikan adalah: “Letakkan Tuhan di urutan pertama dalam setiap aspek hidup, maka Ia akan mengarahkan setiap langkah kita,” tegasnya lagi.
Refleksi Pribadi untuk Kehidupan Sehari-Hari
– Di Tempat Kerja: Ketika menghadapi ketidakadilan atau tugas yang terlalu berat, luangkan waktu sebentar untuk berdoa dan percayalah bahwa Tuhan mengatur setiap situasi untuk kebaikan kita. Jangan biarkan frustrasi membuat kita ragu pada kuasa-Nya.
– Di Rumah Tangga: Jika ada konflik atau kesulitan ekonomi, jadikan Tuhan sebagai dasar utama dalam setiap keputusan. Percayalah bahwa Ia akan memberikan hikmah dan jalan keluar yang tepat.
– Di Lingkungan: Ketika melihat ketidakadilan atau kesusahan pada orang sekitar, jangan hanya berpikir pada kekuatan sendiri—berdoa dan biarkan Tuhan bekerja melalui kita sebagai alat kebaikan.
Dalam Ibadah Minggu tersebut Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) GgPIB Tugu menyampaikan pujian kesaksian demikian pula tamu dari GPIB Sejahtera Bandung turut menyumbangkan kesaksian pujian dalam ibadah tersebut sebagia bagian dari kunjungan mereka ke GPIB Tugu.
Reporter: Johan Sopaheluwakan

















