Faktual.net – Jakarta, 10 Januari 2025 — Pengurus Tim Komunikasi Retme, Patricia Hutapea, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-53 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) sekaligus pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar dengan semangat kebangsaan dan fokus pada masa depan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Patricia menyampaikan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri kembali menegaskan konsistensi partai dalam mengawal isu lingkungan dan kemanusiaan. “Tadi Ibu Ketua Umum kembali menegaskan konsistensinya terhadap isu lingkungan. Pesan ini bukan hanya sekali atau dua kali disampaikan, tapi berkali-kali. Itu menunjukkan bahwa perhatian Ibu Megawati terhadap keberlanjutan lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan komitmen nyata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan terus menyalurkan bantuan kepada korban bencana di berbagai wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa minggu terakhir sebagai bukti partai senantiasa hadir di tengah rakyat.
Patricia juga menyoroti pernyataan Megawati yang menegaskan bahwa hanya Bung Karno dan dirinya yang secara tegas menolak deforestasi dan mendorong reforestasi untuk menjaga kelestarian alam. Hal ini sejalan dengan rangkaian kegiatan partai pada Desember lalu, antara lain acara “Merawat Pertiwi, Perempuan Tangguh, Pertiwi Utuh” pada 18 Desember dengan penyerahan bibit tanaman dan bantuan kemanusiaan, serta Gerakan Perempuan Menanam pada 21 Desember dengan penanaman 1.000 pohon.
“Menariknya, dalam pembukaan Rakernas, Ibu Megawati hampir tidak menyinggung politik praktis. Pesan utama yang saya tangkap justru soal merawat Pertiwi, kepedulian terhadap rakyat, dan semangat kader untuk terus turun ke lapangan, keluar dari zona nyaman,” ungkap Patricia.
Menurutnya, seruan agar kader selalu dekat dengan rakyat menjadi napas utama perjuangan PDI Perjuangan. “Harapan ke depan, PDI Perjuangan semakin mengokohkan diri sebagai partai yang benar-benar hadir di tengah masyarakat — tidak hanya di daerah basis kuat, tetapi di seluruh Indonesia tanpa terkecuali,” tutupnya.
Reporter: Nikolas Gunawan
















