Faktual.Net, Kendari, Sultra. Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka meninjau secara langsung pembangunan Gedung baru khusus pasien Covid-19 di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) TK.IV dr. R. Ismoyo Kendari, Minggu, 10/5/2020.
Peninjauan dilakukan guna mematangkan kesiapan ruang perawatan pasien dan tenaga medis dalam penanganan Covid-19.
“Saya datang kesini untuk mengecek sudah sejauh mana kesiapan gedung untuk penanganan Covid-19 dan melihat kesiapan secara keseluruhan dari RS Ismoyo. Dan alhamdulillah sudah cukup baik,” ucapnya.
Menurutnya, secara keseluruhan pembangunan fisik gedung khusus pasien Covid-19 sudah mencapai 90 persen dengan waktu pengerjaan relatif cepat.
“Kalau saya lihat tinggal finishing saja, sudah hampir 90 persen kondisinya. Ini belum satu bulan, memang waktu itu saya targetkan dikerja satu bulan sudah harus jadi tapi karena ada kendala teknis sehingga masi ada Hal – hal yang harus diperbaiki,” jelas Pangdam.
Mantan kepala BIN Sultra itu berharap pembangunan gedung dapat diselesaikan dalam waktu singkat agar dapat segera digunakan oleh pasien yang terpapar Covid-19.
“Kita berharap pemborongnya dapat menyelesaikan pembangunan gedung ini sebelum lebaran. Paling lambat tiga hari setelah bulan ramadhan sudah selesai semua,” harapnya.
Dia mengatakan gedung tersebut terdapat 19 ruangan yang dapat menampung puluhan orang khusus anggota TNI pasien terpapar virus corona.
“Secara keseluruhan ruang perawatan mampu menampung 39 orang pasien terpapar Covid-19,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga mengimbau masyarakat Sultra untuk mengikuti instruksi pemerintah tentang physical distancing dan social distancing
“Saya imbau masyarakat dapat mengikuti anjuran pemerintah dengan jaga jarak dan jangan lupa masalah kasehatan, kebersihan, kebugaran harus tetap terjaga. Hindari tempat tempat kerumunan, lebih bagus berada dirumah saja,” ucapnya.
Ditempat yang sama, Kepala RSAD Tk. IV dr. R. Ismoyo, Mayor Ckm dr Denny Suprapto Sp.O.T (Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi) menjelaskan bahwa gedung berlantai 2 khusus penanganan Covid-19 miliki 19 ruangan untuk pasien dan tenaga medis.
Untuk lantai atas, kata Denny, miliki sembilan ruangan terdiri dari 6 ruang rawat inap, 1 ruang dokter, 1 ruang perawat, 1 ruang obat. Sementara, lantai bawah miliki 10 ruangan terdiri dari 9 ruang rawat inap dan 1 ruang obat.
“Khusus ruang perawatan dilantai atas tiap ruangan diisi 3 bed, 4 ruangan dengan kamar mandi didalam ruangan, 2 ruangan kamar mandi di luar ruangan, semua ruangan akan dilengkapi AC,” jelasnya.
Sementara, lanjut Denny, lantai bawah
3 ruangan diisi 3 bed, 6 ruangan diisi 2 bed, 2 ruangan dengan kamar mandi didalam ruangan, dan mempunyai 7 ruangan kamar mandi di luar ruangan.
“Semua ruangan dilengkapi AC terdiri dari dua ruangan khusus tenaga medis dan enam ruangan khusus perawatan pasien terpapar virus Corona,” jelasnya lagi.
Dia juga menerangkan bahwa ruang perawatan tersebut nantinya diisi khusus anggota TNI yang berstatus ODP dan PDP bukan pasien Positif.
“Jadi kita disini hanya khusus merawat anggota yang berstatus ODP dan PDP. Sedangkan untuk pasien yang positif akan dirawat di rumah sakit rujukan yakni RS Kota Kendari dan RS Bahteramas,” jelasnya.
Denny mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan gedung di lantai atas khusus pasien Covid-19 bersumber dari bantuan Pangdam XIV/Hasanuddin dengan total anggaran berjumlah Rp. 500 juta.
“Jadi dari anggaran itu 450 untuk pembangunan gedung lantai atas saja, sisanya 50 juta digunakan untuk belanja fasilitas ruangan seperti tempat tidur, standar infus, bedside cabinet dan matras,” rincinya.
Reporter: Marwan Toasa
















