Di Tulis Oleh Ahmad Takbir Abadi
Faktual. Net, Maros. Terlihat keadaan kita masih baik baik saja. Teh dan kopi masih diatasi meja, keran air dirumah lancar tanpa hambatan.
Izinkan saya menyampaikan tragedi beberapa tahun silam. Tragedi yang menginjeksi batin kita. Dan siapapun yang ada disituasi saat itu tak bisa jadi apa-apa, diam dan sesekali mengusap air mata menahan haus dan bunyi manja yang muncul dari lambung kita.
Di Israel contohnya, Negara itu pernah merasakan pecaklik yang paling parah. Selama 40 tahun belakangan, Israel pernah merasakannya.
Berbagai cara pun dilakukannya. Berdoa pada tembok dan memuji mujinya. Hingga terlihatlah semua Kepala di Israel sedang merayu rayu Tuhannya.
China pernah mengalami musim kering terparah pada tahun 1941. Kekeringan ini tercatat sebagai musibah paling mengerikan mengingat tidak ada perang atau konflik yang terjadi ini pada tahun tersebut, tetapi memakan korban hingga sekitar tiga juta jiwa.
Pada belahan daratan lain ditahun 1982-1983, hujan tidak turun dalam frekuensi yang cukup. Kondisi ini mengakibatkan kekeringan yang sangat parah. Bahkan, kekeringan ini tercatat sebagai yang paling parah di Australia pada abad 20.
Hal yang sama juga dirasakan oleh, beberapa negara di Afrika Timur. Sepanjang tahun 2011 hingga pertengahan 2012 negara-negara di sana mengalami kondisi sangat memprihatinkan.
Somalia, Djibouti, Ethiopia, dan Kenya. Negara berkulit hitam itu lumpuh. Lebih dari 10 juta orang menderita karena musibah kekeringan. Sehingga menyebabkan kelaparan, gagal panen, konflik, hingga serangan wabah.
Kekeringan memang tak bisa dibendung, Ia mengalir begitu saja mengikuti iklim. Sontak kekeringan jadi sebuah pesan yang tak di duga. Rupanya air yang berlimpah dibeberapa daratan sangat di butuhkan jika kekeringan melanda.
Tentu tak akan ada yang mau mati berdiri di tempat sendiri karena lapar dan haus yang sedang menghampiri. Menjaga pasokan sumber air adalah tugas kita demi kelangsungan hidup generasi mendatang.
Menghemat air adalah salah satu cara yang bisa dilakukan agar kita tetap mempunyai cukup air saat kemarau panjang datang. Menghemat air adalah proses pendewasaan diri. Semakin banyak air yang kita gunakan hari ini, semakin terancam juga kita akan dimakan oleh kekeringan dimasa depan.
Penulis Adalah Reporter Faktual. Net Wilayah Sulawesi Selatan.
















