Faktual.Net, Kendari, Sultra. D’Aloes Cake & Bakery cabang 2 resmi dibuka. Dalam Opening Ceremony yang berlangsung pada Kamis siang, 27 Januari 2022 dibilangan Kadia depan SMKN 2 Kendari, Sri Lestari Sulkarnain di daulat menggunting pipa. Prosesi gunting pita tersebut didampingi oleh Owner D’Aloes Cake dan Bakery bersama istri, beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kendari, pihak perbankan, dan ketua forum UKM/IKM provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sri Lestari Sulkarnain yang tidak lain adalah istri Walikota Kendari mengucap syukur yang mendalam kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Baginya pembukaan Toko yang kedua bagi D’Aloes Cake & Bakery akan membawa berkah tersendiri bagi Kota Kendari.

Menurut Ketua Penggerak PKK Kota Kendari ini, pembukaan cabang yang kedua ini tentunya akan membuka lapangan kerja baru. Selain itu sebagai wujud dari bangkitnya perekonomian Kota Kendari.
“Kami bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala ada pembukaan cabang yang kedua ini. Saya mendengar dari Owner bahwa dicabang yang kedua ini membutuhkan lebih banyak karyawan dibanding D’Aloes Cake & Bakery yang berada di by pass. Tentu ini akan memberikan peluang kerja baru bagi warga Kendari”, ucap Sri Lestari Sulkarnain.
Owner D’Alous Cake & Bakery Hj. Rahmi Abadi, S.Si didampingi oleh Mentor BNSP Sertified Muhammad Iqbal, S.Si yang tidak lain adalah suaminya mengatakan bahwa yang berbeda antara D’Aloes dan Toko lainnya adalah D’Aloes menyediakan paketan – paketan kue tradisional semisal : Doko – Doko, Barongko, Onde – Onde dan sebagainya. Sehingga konsumen bisa ada pilihan antara menu tradisional dan menu moderen.

“Yang berbeda dari tempat kami dan tempat yang lain, bahwa konsep yang kami buat adalah perpaduan toko kue moderen dan toko kue tradisional yang kami satukan. Ditoko kami ada kue – kue tradisional atau jajanan pasar dan ada kue – kue kekinian. Jadi konsumen silahkan memilih, pecinta jajanan tradisional kami siapkan menunya, pecinta jajanan moderen kami juga siapkan menunya”, Ucapnya.
Senada dengan istrinya, Muhammad Iqbal menambahkan soal harga tentu berlaku hukum pasar “Ada Kualitas Ada Harga”. Walaupun D’Aloes turut menjual jajanan pasar tapi yang membuat jajanan pasar tokonya berbeda dengan tempat lain adalah bahan – bahan yang digunakan tentu bahan – bahan premium.
“Teman – teman jangan berpikir bahwa jajanan pasar atau kue – kue tradisional di D’Aloes itu sama dengan tempat lain. Dari segi nama pasti sama, Doko – Doko, Barongko, Onde – Onde tetapi dari segi kualitas nanti dulu, sebab bahan dasar pembuatan kue ditempat kami, dari bahan – bahan dengan kualitas premium. Misal terigu, kami tentu memilih terigu kelas satu. Ini yang membuat kue – kue ditempat kami harganya juga premium”, tambah mantan Bankir tersebut.

Selaku mentor D’Aloes Cake & Bakery, Muhammad Iqbal mewakili istrinya menyampaikan jika ditempatnya, proses pembuatan kue dilakukan oleh tenaga – tenaga handal, tenaga – tenaga profesional yang telah mengikuti pelatihan – pelatihan atau kursus – kursus pembuatan kue di luar Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Tenaga kerja kami adalah orang – orang profesional dalam pembuatan kue – kue. Beberapa dari mereka telah mengikuti kursus pembuatan kue dibeberapa tempat ternama di Jawa. Mengapa harus profesional? Sebab pembuatan roti sendiri harus sifatnya telaten. Mulai dari timbang bahan, perlakuan agar hasil mengembangnya baik, proses mengadon bahan, proses pendinginan, sampai pada proses Packaging harus dikelola oleh tenaga terampil agar hasilnya sempurna”, jelas Iqbal sapaan akrabnya.
Berikut Daftar Menu Cake & Bakery yang ada di D’Aloes
Varian Traditional
1. Barongko
2. Bolu peca
3. Katiri sala
4. Cucur
5. Onde-onde
6. Sanggara balanda
7. Nona manis
8. Bolu kukus
9. Risol mayo
10. Risol ayam
11. Jalangkote
12. Lemper daging ayam
13. Putu mayu
14. Aneka puding (Puding regal panggang, Puding KFC, Puding gula merah).
15. Lapis mandar.

Modern Cake
1. Aneka bolu (Bolu jadul, Bolu sprite, Bolu zebra, Bolu marbel, Bolu bluder.
2. Aneka roti manis
3. Kue ultah (pesanan).
Menu Pavorit Konsumen
1. Bluder susu (bolu)
2. Bolu rampah
3. Bolu pisang
4. Bolu marbel
5. Puding regal panggang
6. Risol Mayo/Risol ayam
7. Jalankote
8. Lapis mandar.
9. Pudol (Puding dodol)
10. Bolu keju cokelat.
Pantauan media, acara yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh para pelaku UMKM Kota Kendari yang tergabung dalam Kendari Preneur, Asosiasi UMKM Kota Kendari dan Forum UMKM/IKM Provinsi Sultra. Acara juga dihadiri oleh teman – teman jurnalis Kota Kendari dan TVRI Sultra.
Reporter : Aco RI














