Nilai Lambat Usut Kasus Korban Tembak, IMM Sultra Kembali Demo Polda

149

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Ratusan massa aksi dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mendatangi Polda Sultra pada Senin 7/10/19, kedatang masa DPD IMM Sultra ini, guna mempertanyakan kinerja kepolisian yang dianggap lambat dalam menangani masalah yang menewaskan 2 mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) pada aksi yang digelar di depan Gedung DPRD Sultra 26 September 2019 lalu.

Bagi DPD IMM Sultra, ini adalah aksi yang ke Dua kalinya, pasca tewasnya Dua mahasiswa UHO Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi yang meninggal akibat terkena peluru tajam saat mengikuti aksi.

Nisfu Saban selaku koordinator lapangan, dalam orasinya menyampaikan bahwa DPD IMM Sultra dan kader IMM se Indonesia berkomitmen penuh, akan mengawal kasus kematian Immawan Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi ini sampai tuntas, sebab ini adalah pelanggar HAM yang harus diusut secara terang benderang agar tidak menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia terutama bagi mahasiswa yang ingin menyampaikan kritikan tethadap pemerintah. tegas Nisfu dalam orasinya

Nisfu menambahkan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara yang dilindungi oleh undang-undang negara kita, dan harus dijaga dan dihormati sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi kita. Bukan untuk di bunuh atau di tembak, apalagi sejauh ini kami menduga bahwa saudara kami Randi dan Yusuf Kardawi tewas karna tertembak dan dianiaya oleh oknum kepolisian yang melaksanakan tugas pada saat penaganan masa aksi di depan Gedung DPRD Sultra pada 26 September 2019.

Sementara dari jendral lapangan yang di komandoi oleh Marsono yang juga menjabat sebagai ketua DPD IMM Sultra dalam tuntutannya, menyampaikan bahwa ada Dua poin penting yang di tuntut oleh DPD IMM Sultra saat ini yaitu kami meminta kapolda untuk mengusut tuntas kasus kematian Dua mahasiswa UHO Randi dan Yusuf Kardawi dan copot Kapolres Kota Kendari yang diduga melibatkan anggotanya dalam kasus kematian Dua mahasiswa UHO ini.

Dalam kesempatan ini Marsono mengungkapkan kekecewaannya kepada aparat kepolisian bahwa “sudah 12 hari kasus kematian Dua mahasiswa UHO belum juga terungkap pelakunya” Pada aksi ini, Kapolda tak menemui masa aksi untuk memberikan jawaban atas tuntutan DPD IMM Sultra.

Reporter : Kariadin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :