Faktual.Net, Purwokerto, Jateng. MORO Grosir Supermaket” toko swalayan legendaris Purwokerto, berdiri 17 Desember 1997 pendiri Made Widiana (Cen Wie) dikelola oleh PT Bamas Satria Perkasa pernah mengalami masa kejayaan, maraknya belanja online, kurang mengupgrade tata kelola bisnis agar tetap survive & profesional di masa generasi keduanya maupun faktor lainnya termasuk turunnya daya beli masyarakat setelah Pandemi, fenomena mal sepi pengunjung sebenarnya merupakan suatu permasalahan yang sangat kompleks.
Mall mall di setiap kota-kota besar di RI jumlahnya banyak namun hanya sebagian tetap eksis diantara yang bertumbangan setelah Pandemi. Mall yang tetap exist biasanya adalah tempat yang nyaman untuk berburu ragam kuliner dengan rasa enak dan harga ramah di kantong, rekreasi/hiburan, meeting, promo-promo shopping ataupun sering diadakannya event-event tertentu menggandeng komunitas-komunitas untuk kegiatan aktivitas sosial masyarakat sekitarnya dan mempunyai ruang terbuka hijau (out door area) di lokasi mall tersebut.
Juga kepiawaian negosiasi para pemilik/pengelola mall dalam bersinergi dengan para pemilik tenant (penyewa) terkait harga sewa tinggi ditambah biaya operasional, jika okupasi pengunjung sepi itu juga patut menjadi bahan pertimbangan. Juga diperlukan strategi khusus dan inovasi umpamanya menggandeng investor baru.
Bangunan MORO nyaris sepi dan mulai terlupakan. Gedung 4 lantai yang berdiri megah di Jl. Perintis Kemerdekaan no. 7 Purwokerto kondisinya tidak seramai dulu.
Pada era kejayaannya masyarakat berbondong-bondong datang ke “MORO” dari berbagai penjuru Bralingmascakeb (Purbalingga Banyumas Cilacap Kebumen) terlebih menjelang hari Raya Idul Fitri ataupun jelang pergantian tahun sangatlah ramai dikunjungi para pemudik.
MORO Grosir Supermaket lantai pertama berisi rak- rak kebutuhan sehari-hari termasuk sembako, kosmetik, elektronik, tas untuk anak-anak dan dewasa, ada sandal dan sepatu, baju promo murah. Ada juga satu sudut dekat pintu masuk setelah parkir motor stand kue-kue, minuman, makanan.
Lantai ke 2 aneka produk fashion pakaian anak-anak, dewasa. Lantai 3 gerai smartphone, lap top, acesoris. Sedangkan lantai 4 untuk gerai fast food dan stand ragam kuliner. Pada masa itu rasanya belum lengkap jika mudik ke Purwokerto belum mampir ke MORO salah satu toko swalayan kebanggaan warga Purwokerto di samping tentunya Rita Swalayan.
Sempat juga berhembus kabar angin kala itu bahwa Moro diakusisi artis penyanyi ibukota yang bermukim di Purwokerto. Namun berita itu kemudian menghilang seiring berjalannya waktu.
Di bulan Januari 2023, dan jelang HUT RI ke 78 sempat viral postingan tentang MORO di Tik Tok.
Dikutip dari Radar Banyumas ratusan karyawan Moro atau PT. Bamas Satria Perkasa mengikuti sosialisasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di lantai dua Moro, Sabtu (19/8/2023) siang.
Sosialisasi PKPU tersebut dilaksanakan oleh Pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Bamas Satria Perkasa dengan mengundang Pengurus PKPU Banyumas, untuk memberikan penjelasan mengenai kejelasan nasib karyawan manakala terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Ketua SPSI PT Bamas Satria Perkasa atau Moro, Bambang Trenggono mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan untuk memberikan gambaran kepada karyawan terkait PKPU.
“Menjelaskan proses PKPU biar karyawan tahu dengan jelas dari sumbernya langsung”.
Reporter: Lili















