Faktual.net – Depok – Jawa Barat Perayaan Natal PGI-S Depok tahun 2025 yang diselenggarakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja pada Jumat (15/1/2026) menjadi momen yang mencerminkan toleransi beragama masyarakat Depok. Hal itu ditegaskan Christine Dasima Arthauli Tobing (36), Camat Wanita pertama beragama Kristen di kota tersebut.
“Toleransi bukan berarti mayoritas mengalahkan minoritas. Minoritas harus memahami prosedur seperti perizinan rumah ibadah, dan semua dibuat sesuai aturan. Toleransi sejati adalah hidup saling menghargai,” ujarnya kepada Faktual.net.
Christine, yang berasal dari suku Batak Sumatra Utara, juga mengungkapkan bahwa interaksi antarumat beragama penting untuk menjaga keharmonisan. Ia bahkan pernah mengikuti taklim bersama umat Islam untuk saling memahami.
Sebagai lulusan STPDN/IPDN tahun 2009, Christine membuat sejarah baru setelah dilantik Wali Kota Depok Dr Supian Suri MM pada Senin (26/5/2025) sebagai Camat Kecamatan Sukmajaya. Ia menjadi satu-satunya perempuan dan non-Muslim yang menjabat pada jabatan tersebut, menggantikan Wiyana. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok.
“Depok sangat toleran. Sebagai alumni Sekolah Pamong, saya bangga memiliki pemimpin yang mengangkat perbedaan. Depok harus menjadi kota yang inklusif dengan visi yang jelas,” katanya. Menurutnya, perbedaan bukan penghalang melainkan perekat, karena persamaan lebih banyak dari pada perbedaan.
Reporter: Sri Supraptiningsih
















