Faktual.net, Gowa – Dua Tahun Pasca diresmikan oleh Bapak Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan YL RSUD Syekh Yusuf, menyisahkan tanda tanya dari beberapa pasien dan keluarga pasien.
Pasalnya bangunan megah yang menelan anggaran Ratusan Milyar diduga banyak fasilitas yang tidak berfungsi bahkan sudah ada beberapa yang rusak dan diduga proyek tersebut menjadi sarat Korupsi.
Gedung perawatan yang diberi nama H Ichsan Yasin Limpo itu, dibangun sejak tahun 2017, selesai di tahun 2020.
Proyek yang didanai APBD itu menggunakan PAGU sebesar Rp 119.071.781.100 Miliar. Jumlah fantastis dari pemkab gowa karena peduli pelayanan kesehatan masyarakat.
Pada proyek itu, ada dua nama muncul pada jejak digital sebagai pemenang tender, yakni PT. Te’ne Jaya (TJ) dan PT. Harfia Graha Perkasa (HGP).
PT. TJ tampil sebagai pemenang tender di tahun 2017, 2019 dan tahun 2020 lalu, sementara PT. HGP pemenang tender di 2018.
Sesuai kontrak yang ada, dana APBD yang digunakan PT. TJ di proyek pembangunan gedung perawatan tersebut adalah sebesar Rp 78.925.579.967 Miliar. Sisanya digunakan PT. HGP sebesar Rp 39.401.340.000 Miliar.
Dari luar, gedung perawatan itu terlihat cukup mewah. Bangunan yang merubah penampakan kota sungguminasa. Sayangnya, hasil penelusuran sementara tim pencari fakta, ditemukan eskalator dari lantai satu menuju lantai dua tidak berfungsi.
Serupa, tangga emergency hanya ditemukan di lantai tiga hingga lantai delapan.
Salah pengunjung rumah sakit yang sempat dimintai keterangannya tidak paham terhadap kedua kondisi itu.
“Kebetulan ada keluarga saya dirawat disini tapi saya tidak paham kenapa eskalator itu tidak berfungsi. Itu juga dek, eskalator cuma sampai ke lantai dua. Mungkin listriknya kurang (daya rendah, red) atau barangnya tidak ori sampai tidak berfungsi lagi”, ujarnya tanpa mau menyebutkan nama.
Seorang pengunjung lainnya malah merasa bergidik jika terjadi sesuatu, sementara tangga emergency hanya sampai lantai tiga.
“Bagaimana mi kalau listrik mati sementara dari lantai tiga ke satu harus pake lift”, tanyanya dengan dialeg makassar dengan ekspresi serius.
Untuk mendapatkan jawaban terkait hal tersebut, tim menuju ruangan direktur rumah sakit. Alhasil, diperoleh jawaban kalau direktur rumah sakit sedang tidak ada di tempat.
“Selesai sholat beliau keluar, sampai sekarang (16.25) belum kembali pak”, jawab si penjaga.
Padahal, sebelum ke lantai tujuh, tim bertanya ke security. “Ada pak”, jawab mereka.
Jawaban yang bersesuaian karena kendaraan dinas direktur rumah sakit terlihat terparkir di lantai satu bagian belakang.
Saat tim menghubungi Celuler miliknya, dr Rahma Jalil tidak merespon.
Reporter : Karim
Editor: Saenal Abidin















