Example floating
Example floating
Berita

Dari Pelosok hingga Permukiman, DPUPR Batang Perluas Akses Air Bersih dan Sanitasi

×

Dari Pelosok hingga Permukiman, DPUPR Batang Perluas Akses Air Bersih dan Sanitasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Bagi sebagian orang, air bersih yang mengalir dari keran dan toilet yang layak mungkin merupakan hal biasa. Namun bagi masyarakat di sejumlah pelosok Kabupaten Batang, keduanya adalah kebutuhan mendasar yang selama bertahun-tahun menjadi impian.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mempercepat pembangunan sarana air bersih dan sanitasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Kepala DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono, mengatakan pembangunan infrastruktur dasar tidak hanya berorientasi pada pembangunan jalan maupun jembatan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap air minum yang layak dan sanitasi yang sehat.

“Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Visi Misi Kabupaten Batang Tahun 2025–2029, khususnya Misi ke-7, yaitu percepatan penurunan kemiskinan yang inklusif, merata, dan berorientasi pada keadilan sosial. Kesejahteraan masyarakat harus dimulai dari terpenuhinya infrastruktur dasar,” ujar Endro saat ditemui di kantornya, Senin (13/7/2026).

Komitmen tersebut mulai terlihat nyata. Hingga pertengahan tahun anggaran 2026, sejumlah proyek penyediaan air bersih telah menunjukkan progres yang menggembirakan.

Pada sektor air minum, proyek Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan (PAMSIMAS) di Desa Jambangan, Kecamatan Bawang, dengan nilai Rp150 juta telah rampung 100 persen dan melayani 25 sambungan rumah (SR).

Proyek serupa di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, senilai Rp100 juta juga telah selesai sepenuhnya dengan manfaat yang sama bagi 25 kepala keluarga.

Sementara itu, pembangunan Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Desa Surjo, Kecamatan Bawang, senilai Rp395,71 juta telah mencapai progres fisik 99,70 persen dan akan melayani 39 sambungan rumah. Di Desa Kalisari, Kecamatan Blado, proyek senilai Rp394,75 juta juga terus dikebut dengan progres mencapai 97,22 persen untuk melayani 13 sambungan rumah.

Baca Juga :  Advokat Andi Hakim Nilai Syarat Pemakzulan Bupati Gowa Telah Terpenuhi, Desak DPRD Segera Gunakan Hak Angket

Tak hanya memastikan ketersediaan air bersih, DPUPR juga memperluas akses sanitasi sehat melalui pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) Setempat Skala Individu berupa tangki septik individual yang dikerjakan oleh TPS KSM Sanitasi.

Masing-masing proyek bernilai Rp320 juta tersebut terus menunjukkan progres positif, yakni di Desa Candi, Kecamatan Bandar sebesar 84,6 persen, Desa Donorejo, Kecamatan Limpung sebesar 82 persen, Desa Tembok, Kecamatan Limpung sebesar 78,3 persen, serta Desa Pecalungan, Kecamatan Pecalungan sebesar 50,9 persen.

Menurut Endro, seluruh pembangunan tersebut diprioritaskan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

“Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang lebih baik. Infrastruktur sanitasi dan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendukung program percepatan pengentasan kemiskinan,” jelasnya.

Tak hanya itu, DPUPR juga memastikan setiap pembangunan infrastruktur, baik jalan, jembatan, maupun sarana permukiman, disusun berdasarkan skala prioritas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

“Setiap rupiah APBD harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, kami memprioritaskan pembangunan yang mendukung akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Endro.

Melalui pembangunan infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Batang berharap pemerataan kesejahteraan tidak hanya dinikmati di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa hingga pelosok.

Akses air bersih dan sanitasi yang layak menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

 

#Niko

Tanggapi Berita Ini