Faktual.net, Gowa, Sulsel- Rencana rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) Sarroangin, Desa Bonto Manai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, menuai protes dari warga. Material berupa besi holo yang diduga digunakan dalam proyek tersebut dinilai terlalu tipis dan tidak sesuai standar konstruksi bangunan sekolah.
Seorang warga yang menemukan material tersebut menyampaikan keresahannya melalui foto yang beredar. Ia menilai, penggunaan besi tipis akan sangat berisiko terhadap keselamatan siswa maupun guru yang beraktivitas di sekolah.
“Menurut analisa saya, besi holo ini sangat tipis. Tidak cocok sama sekali digunakan untuk rehab bangunan sekolah. Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa segera meninjau langsung sebelum digunakan,” ungkapnya, Sabtu (30/8/2025).
Menanggapi hal itu, awak media mencoba mengonfirmasi (30/8/2025), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa melalui pesan singkat WhatsApp. Kadisdik Gowa Taufik Mursad beliau menyampaikan, pihaknya akan meneruskan persoalan ini kepada tim teknis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Tidak bisa kami menilai spesifikasi teknis hanya berdasarkan foto. Harus dilakukan pengamatan, pengukuran, dan perbandingan sesuai dengan spek yang ada di RAB. Jadi bukan sekadar pengamatan sekilas. Dan yang menilai pun harus memiliki pengetahuan teknis supaya objektif,” tegasnya.
Warga berharap agar pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait benar-benar memperhatikan kualitas material yang digunakan. Mereka menegaskan, keselamatan siswa tidak boleh dikorbankan hanya karena lemahnya pengawasan dalam penggunaan material pembangunan.
Reporter Sattu
Redaksi Sulsel
















