oleh

Masyarakat Temukan kayu Jenis Amara Hitam di Pantai, KRPH Wakorut : Kami Masih memantau Pemuatan Masalnya

Faktual.Net, Butur, Sultra Puluhan batang kayu Amara hitam ditemukan dipantai Desa Sumampeno Kecamatan Wakorumba Utara (Wakorut) Kabupaten Buton Utara (Butur). Kayu tak bertuan tersebut, ditemukan beberapa warga pada Sabtu pagi (21/11). Dengan kejadian itu, warga melaporkan pada pegawai kehutanan yang bertugas di wilayah Kecamatan Wakorut.

Hal itu, diungkapkan seorang warga selaku saksi mata saat diwawancarai pers Media ini pada, Sabtu (22/11/2020). Ia juga mengatakan, bahwa kayu amara tak bertuan itu, telah ditangani oleh pihak yang berwenang.

“Kemarin kami sudah sampaikan kepada pegawai Kehutanan yang bertugas di wilayah ini. Ia pun telah mengambil gambar kayu amara hitam itu. Akan tetapi, aneh hari ini kayu itu hilang,” kata masyarakat yang tidak menyebutkan identitasnya.

Ia pun menyampaikan kekesalannya, terhadap pihak yang berwenang tampa mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan kegiatan illegal logging tersebut untuk memastikan kekuatan hukumnya.

Baca Juga :  Kasat Res Narkoba Beri Penyuluhan Tentang Bahaya Narkoba Pada Pelajar

“Saya sangat kecewa dengan pihak yang berwajib, padahal jelas-jelas kejahatan ada didepan mata tidak ada tindakan tegas seakan lepas tanggung jawab. Saya yakin bahwa itu kegiatan tidak memiliki izin,” pungkasnya.

Arman Tulo selaku KRPH Kehutanan Wakorut tidak tahu menahu soal pemindahan kayu amara hitam itu. selain itu, ia pun menjelaskan bahwa kayu tersebut masih dalam pantauan pihaknya.

“Saya tidak lepas tanggung jawab, saya juga sudah koordinasi langsung dengan pimpinan saya kemarin dan mengintruksikan saya ke Polsek. Ketika koordinasi ke Polsek, kita disuruh pantau karna kayu itu baru 17 batang,” jelas Arman.

Selain itu, ia juga mengatakan lambatnya tindakan karena tidak adanya biaya operasional penangkapan barang bukti sehingga dirinya susah untuk mengamankan barang ilegal tak bertuan itu.

“ketika saya mau amankan berarti kita harus jaga, resikonya harus kita tidur disitu sehingga saya juga kesulitan dan kedua saya kesulitan biaya. Saya juga kaget tadi saat pergi pantau kembali barang itu hilang,” terangnya.

Baca Juga :  Ditreskrimum Polda Jateng Tangkap 5 Pelaku Pencabulan, 1 Orang Masih DPO

Dengan itu, sejauh ini pihaknya akan melakukan tindakan tegas, hanya saja masih memantau dan menunggu untuk kegiatan pemuatan masal barang Illegal Logging tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saat ini, adami mata-mata yang kami pasang, dan kami akan melakukan tindakan ketika ada pemuatan masal nantinya. Kami sudah ada terget untuk oknum yang melakukan ini, hanya saja kami tidak mau menuduh,” tutup Arman.

Untuk diketahui, Pidana pencurian hasil hutan diatur dalam Pasal 18 Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1985 dan Pasal 78 Undangundang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yakni Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Rep: Zahirudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :