Example floating
Example floating
BeritaDaerahHeadline

Masyarakat Dan Pengusaha Pengguna Jalan Parangluaraka Tidak Hadir, Mediasi Gagal Dilakukan Pemdes Bilalang Manuju

×

Masyarakat Dan Pengusaha Pengguna Jalan Parangluaraka Tidak Hadir, Mediasi Gagal Dilakukan Pemdes Bilalang Manuju

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa – Pemerintah Desa Bilalang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Melaksanakan Musyawarah terkait Jalan Di Parangluaraka, Rabu 26 November 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa bilalang yang di hadiri oleh oleh Iptu H.Muh Safar, Kepala Desa Bilalang Abd Hafied Parallu, S.E., Perwakilan dari Polsek Manuju, Para Kepala Dusun dan Tokoh Masyarakat Desa Bilalang.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Pantauang Awak media dilokasi rapat atau mediasi tersebut tidak dihadirkan Masyarakat yang punya kepentingan, ironisnya malah yang punya kepentingan untuk akses jalan tersebut tidak dihadirkan.

Rapat atau mediasi tersebut, membahas tentang viralnya dimedia bahwa dimana tanggung jawabnya kepala desa bilalang jalan ditutup dan ada aparat tidak bertanggung jawab diparangluara.

Tapi karena Masyarakat yang punya kepentingan tidak dihadirkan sehingga Keputusan rapat tidak menghasilkan kesimpulan yang diinginkan tentang jalanan tersebut, sehingga akan diagendakan untuk rapat pertemuan berikutnya dan belum ditentukan waktunya.

Iptu H.Safat saat di komfirmasi mengatakan, Rapat tidak dihadiri oleh masyarakat yang tidak punya kepentingan, sehingga keputusan yang diambil mungkin tidak mewakili kepentingan mereka.

Baca Juga :  Kukuhkan Polres Batang jadi Polresta, Kapolda Jateng Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik

“Karena Masyarakat pengguna akses jalan Di Parangluaraka tidak di hadirkan sehingga rapar tersebut diputuskan untuk ditunda karena Hasil dari rapat ini jangan sampai tidak sesuai dengan keinginan Pengguna jalan yang Viral”, ucap H Rumpa sapaan Akrab Iptu Safar.

Sementara itu Kepala Desa Bilalang saat dikomfirmasi mengatakan, Saya berharap supaya akses jalan ini bisa dimanfaatkan dan pengelola jalan juga tidak ada masalah.

“Karena Masyarakat yang punya kepentingan belum hadir jadi kami belum bisa mengambil kesimpulan dan akan dijadwalkan untuk musyawarah berikutnya”, ucap Kepala Desa Bilalang.

Sementara itu humas LSM Inakor Gowa yang hadir di lokasi saat dikonfirmasi mengatakan mediasi ini yang awalnya terkait petani yang kesusahan Mengangkut hasil pertanian yang viral di media sosial.

“Ternyata di rapat ini yang dibahas diduga mobil pengusaha atau pengangkut material hasil tambang yang ingin melintas di jalan tersebut bukan hasil pertanian melainkan mobil proyek tambang”, ucap Haeruddin.

Reporter : Saenal Abidin

Tanggapi Berita Ini