Example floating
BeritaDaerahHukumKriminal

Maraknya Aksi Begal di Makassar, Ketua DPW INAKOR Sulsel Minta APH Bertindak Serius

×

Maraknya Aksi Begal di Makassar, Ketua DPW INAKOR Sulsel Minta APH Bertindak Serius

Sebarkan artikel ini

Faktual.Net, Makassar, Sulsel- Ketua Dewan Perwakilan Wilayah INAKOR Sulawesi Selatan Asri, memberikan atensi khusus terhadap maraknya begal di wilayah hukum Polsek Tamalate kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya di wilayah sekitar Tanjung Bayang sampai jembatan Barombong untuk aktif melakukan patroli siaga .

Dimana aksi begal kembali terjadi di Barombong sekitar pinggir jalan bantaran sungai pada hari Minggu 10 April 2022.

Kali ini Nurhayati warga asal Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, menjadi korban begal oleh sekelompok orang dengan menggunakan busur sebagai alat untuk mengancam korbannya.

Nurhayati yang menjadi korban begal mengalami luka serius di bagian Kepala akibat terjatuh dari motornya saat berusaha menyelamatkan tasnya dari rampasan tiga pemuda.

Ketua DPW INAKOR Sulsel Asri, meminta pihak kepolisian, khususnya jajaran Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate bertindak cepat dan tegas terhadap kejadian tersebut.

“Sangat kita sesalkan hal itu bisa terjadi kembali. Polisi harus bisa mengatasi keresahan panjang masyarakat terhadap aksi kawanan begal yang terkenal sadis dalam aksinya,” ucap Asri saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (12/4/22).

Asri berharap, pihak kepolisian juga dapat melakukan pengamanan ekstra. “Polisi harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman pada masyarakat. Apalagi sekarang bulan Ramadhan, banyak umat Islam yang melaksanakan ibadah,” katanya.

Baca Juga :  Anggaran Porprov Rp590 Juta Disebut Sudah Cair, KONI Jeneponto Disorot! Dana Cabor Dipertanyakan, Atlet Terancam Dirugikan

Apalagi di wilayah Barombong akhir-akhir ini sering terjadi aksi saling serang antar kelompok yang sangat meresahkan warga sekitar terutama pengguna jalan yang melintas.

Ia meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas dan melakukan langkah-langkah terukur untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku begal.

“Kejadian ini tidak ada habis-habisnya. Penanganan serius harus di lakukan pihak kepolisian, dengan rutin melaksanakan patroli malam hingga pagi hari,” tegasnya.

“Saya meminta kepada kepolisian baik Polrestabes Makassar maupun Polsek Tamalate untuk menempatkan personilnya di tempat-tempat rawan kejadian terkhusus di malam hari,” imbau Asri.

Tak hanya kepolisian para camat, lurah dan kepala lingkungan, RT, RW untuk memantau kondisi keamanan di lingkungannya masing-masing.

“Semua pihak harus terlibat dalam penanganan kasus begal ini, termasuk masyarakat. Kita berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut dan aksi begal tidak terulang kembali agar masyarakat merasa aman dan tidak was-was ketika bepergian apalagi pulang malam,” harapnya.

Laporan: Asywar Azis

Tanggapi Berita Ini