faktual.net,Takalar,Sulsel – Menindaklanjuti viralnya investigasi Faktual.Net terkait dugaan praktik mafia solar BBM subsidi di tiga SPBU Kabupaten Takalar pada momentum H-13 100 Hari Kerja Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Polres Takalar akhirnya memberikan tanggapan resmi. Pada Senin (13/10/2026)
Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Heryanto memberikan klarifikasi terkait dua isu utama yang menjadi sorotan publik, yakni fenomena jerigen berjejer dan antrian panjang hingga ke badan jalan, serta isu adanya setoran Rp 10.000 per jerigen.
JERIGEN ADA REKOMENDASI DINAS PERTANIAN & PERIKANAN
Iptu Heryanto menjelaskan, berdasarkan pengamatan dan hasil investigasi awal Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Takalar, pengisian BBM menggunakan jerigen yang ditemukan di lapangan dilengkapi dengan dokumen resmi.
“Sejauh ini pengamatan dan hasil investigasi unit Tipidter terkait pengisian jerigen-jerigen tersebut mempunyai surat rekomendasi baik dari Dinas Pertanian untuk kebutuhan alat pertanian petani dan dari Dinas Perikanan untuk kebutuhan mesin perahu yang digunakan nelayan,” ujar Iptu Heryanto, Selasa (13/10/2026).
ANTRIAN PANJANG KARENA PASOKAN TERPANGKAS
Terkait antrian panjang yang terpantau di lapangan, khususnya di SPBU 74.922.02 Kalakbirang dan SPBU 74.922.43 Kalampa, Kasat Reskrim menyebut hal tersebut dipicu oleh keterlambatan distribusi dari kilang.
“Adapun antrian panjang yang terpantau hari ini termonitor kurangnya armada pengantaran dari kilang SPBU Makassar ke daerah-daerah, dan termonitor pihak SPBU yang biasanya memesan 16 KL yang datang hanya 8 KL. Untuk sementara itu yang kami ketahui,” jelasnya.
TIPIDTER AKAN RUTIN TURUN KE LAPANGAN
Sebagai tindak lanjut, Polres Takalar memastikan akan meningkatkan pengawasan di seluruh SPBU yang ada di wilayah Kabupaten Takalar.
“Dan untuk tindak lanjut pastinya unit Tipidter akan turun ke lapangan secara rutin mengecek aktifitas-aktifitas pengisian BBM bersubsidi di SPBU-SPBU yang ada di Takalar,” tegasnya.
SOAL ISU SETORAN 10 RIBU PER JERIGEN AKAN DITELUSURI
Menanggapi isu yang beredar di masyarakat adanya dugaan setoran sebesar Rp 10.000 per jerigen dari pihak SPBU kepada oknum tertentu, Iptu Heryanto menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan penelusuran mendalam.
“Dan mengenai adanya setoran 10 ribu per jerigen dari pihak SPBU, nanti saya perintahkan unit Tipidter turun ke lapangan menelusuri hal tersebut,” pungkas Iptu Heryanto.
Hingga berita ini diturunkan, ketiga SPBU yang menjadi sorotan yakni SPBU 74.922.02 Kalakbirang, SPBU 74.922.43 Kalampa (update (13/10/ 2026), dan SPBU 74.922.47 Panaikang (update 07 Oktober 2026) belum memberikan keterangan resmi.
Reporter : Asman














