Example floating
Example floating
BudayaRagam

Mahasiswa Asal Bima-Dompu Se Makassar Semarakkan Pawai Rimpu

×

Mahasiswa Asal Bima-Dompu Se Makassar Semarakkan Pawai Rimpu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual. Net, Makassar, Sulsel. Ratusan Mahasiswa asal Bima dan Dompu dari berbagai Universitas di Kota Makassar turut meriahkan kegiatan Apresiasi Seni dan Festival Pawai Rimpu yang di gelar Komunitas Of Pecinta Art (KOPA) Bima-Dompu Makassar pada Jumat Sore, 26/10/18.

Festival pawai Rimpu yang mengusung tema Merajuk Semangat Siwe Mone Dalam Berkesenian di Kota Daeng ini di mulai pukul 16:00 Wita, adapun titik kumpul festival tersebut bertempat di depan Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ratusan perempuan yang mengenakan tembe nggoli (sarung tenun khas Bima-Dompu) dengan menutupi raut muka sebagaimana perempuan yang mengenakan jilbab moderen pada umumnya sedangkan kaum laki-laki mengenakan dengan cara menyilang ditubuhnya meramaikan festival.

Kegiatan festival pawai Rimpu yang merupakan budaya warisan secara turun temurun oleh masyarakat Bima dan Dompu ini bertujuan menjunjung tinggi ajaran Islam bahwa kaum wanita yang sudah aqil balik diharuskan menutup aurat dihadapan yang bukan muhrimnya.

Peserta Pawai Rimpu

Ketua umum Kopa M. Radiallah Aprilian dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan, salah satunya budaya di Bima dan Dompu yang dikenal dengan budaya Rimpu.

“Budaya Rimpu patut kita lestarikan dan kita jaga, dan mari kita sama-sama tunjukan eksitensinya di kanca nasional,” ajak M. Radiallah Aprilian.

Lebih lanjut mahasiswa Unismuh ini menjelaskan, selain karena cinta budaya, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antara mahasiswa Bima dan Dompu yang saat ini mengenyam pendidikan di Kota Makassar.

“Dalam festival ini ada beberapa macam kegiatan yang kami sajikan di antaranya Festival Tari adat Bima dan Dompu, Musikalisasi Puisi dan Akuistik,”ucapnya.

Laki-laki kelahiran Bima ini berharap adat Rimpu lebih dikenal di Sulawesi Selatan karena menurutnya pada masa kepemimpinan Sultan Abdul Kahir adat Rimpu dikenal oleh masyarakat, baik masyarakat Bima dan Dompu maupun masyarakat Sulawesi Selatan.

Olehnya itu tambah dia, dengan adanya Pawai Rimpu ini masayarakat Sulawesi Selatan menganggap bahwa masyarakat Bima dan Dompu masih menjunjung tinggi nilai kebudayaan.

Ditempat yang sama Indriani salah satu anggota pawai Rimpu mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan festival pawai Rimpu ini kita dapat mengenang kembali saat masyarakat Bima dan Dompu mengenal ajaran Islam.

“Harapannya semoga budaya Bima dan Dompu dapat dilestarikan agar generasi selanjutnya dapat mengenang bagaimana masyarakat Bima dan Dompu menjunjung tinggi nilai-nilai Islam pada sisi menutup aurat,” harapnya.

Penulis : Juliadin

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit