faktual.net, SULSEL- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Dan Mahasiswa Sul-Sel melakukan unjuk rasa di depan mapolda Sul-Sel dan depan kantor Pertamina Regional VII. Senin (05/12/2022)
Depan Mapolda Sulsel jenderal lapangan sampaikan kekesalannya terhadap aktivitas mafia migas di Sulsel.
“Sesuai hasil investigasi, Marak mafia migas yang beraktivitas di 4 (empat) kabupaten bahkan terang-terangan melakukan pengisian BBM subsidi jenis solar dan pertalite menggunakan jerigen dan di angkut menggunakan kendaraan roda 4 (empat),” ucap Yusril.
Lanjutnya, kami tegaskan kepada Kapolda Sul-Sel untuk segera mencopot Kapolres Sinjai, Bulukumba, Bantaeng dan Jeneponto karena diduga melakukan pembiaran terhadap aktivitas mafia migas.
Setelah berorasi, massa aksi melakukan mediasi dengan perwakilan krimsus polda Sulsel sekaligus pelaporan tentang tuntutannya.
Selang beberapa jam, massa aksi bergeser ke depan kantor Pertamina Regional VII untuk melakukan unjuk rasa.
Orator aliansi sampaikan bahwa mereka menginginkan SPBU di 4 (empat) daerah yang diduga melakukan praktek ilegal segera ditutup.
“Sesuai konsolidasi kami di aliansi, bahwa SPBU terkait segera mungkin dihentikan pengoperasiannya untuk menghindari konflik antar pihak SPBU dan rakyat yang merasa dirugikan,” tuturnya
Lanjut Yusril, kami akan kembali melakukan unjuk rasa ketika tuntutan kami tidak segera mungkin diindahkan oleh pihak terkait. (Red)















