oleh

Layanan Panitia STQ Amburadur, Gubernur dan Wagub Jangan Tidur

Faktual. Net, Tidore. Buruknya kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara dalam mengelola Pemerintahan, rupanya berdampak terhadap Kinerja Panitia Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Nasional.

Buktinya, dalam pembukaan acara STQ yang berpusat di Sofifi pada Sabtu, (16/10/21) malam, terlihat sangat amburadur, padahal kegiatan tersebut dianggarkan kurang lebih senilai Rp. 300 Miliar.

Pantauan media ini, sejumlah Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah beserta istrinya tidak mendapat tempat duduk dari Panitia, padahal mereka diundang dengan kelas VIP, seperti yang dialami Bupati Halmahera Selatan, Hi. Usman Sidik dan Bupati Morotai, Benny Laos.

Akibat pelayanan yang buruk dari Panitia di Provinsi, membuat kedua bupati itu harus berdiri didepan panggung VIP. Tak tega melihat dua sejawatnya yang berdiri karena tak diberi tempat duduk, Muhammad Sinen, Wakil Walikota Tidore, lantas turun dari tempat duduknya dan ikut menemani mereka berdua, sambil mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap pelayanan dari Panitia STQ.

“Pelayanan Panitia sangat buruk, masa untuk menyediakan kursi buat Bupati dan Walikota yang ada di Provinsi Maluku Utara saja tidak ada, sehingga banyak yang tidak mendapat tempat duduk,” pungkas Bupati Halsel, Usman Sidik saat diconfirmasi awak media, sembari berjalan meninggalkan ruang utama VIP, yang diikuti Bupati Morotai dan Wakil Walikota Tidore.

Senada disampaikan Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, ia mengatakan, kinerja Panitia STQ sudah harus dievaluasi, sebab buruknya kinerja Panitia, membuktikan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur tidak mampu melakukan fungsi control yang baik.

“Saya awalnya diberi tempat duduk, namun karena dua Bupati ini tidak diberi tempat duduk, membuat saya harus turun dan menemani mereka. Karena sebagai tuan rumah yang punya wilayah disini (Sofifi) saya merasa panitia di Provinsi ini tidak menghargai mereka, bahkan Painitia sepertinya tidak siap menyelenggarakan kegiatan yang berskala Nasional ini,” tuturnya.

Untuk itu, Wawali meminta kepada Gubernur dan Wagub agar jangan tidur alias diam, ketika banyak orang yang mulai mengeluhkan tentang kinerja panitia. Pasalnya, keluhan atas buruknya kinerja Panitia ini tidak hanya soal tempat duduk, melainkan makanan yang disediakan dalam bentuk Nasi Kotak namun didalamnya tidak diisi air minum (Aqua).

“Akibat ketidaksiapan Panitia menyambut pembukaan STQ, membuat acara yang suci ini terlihat tidak ada hikmahnya. Bahkan acara bertaraf Nasional ini terkesan seperti acara Pasar malam, yang dipertontonkan Panitia STQ kepada Masyarakat,” kesalnya.

Selain ketidaksiapan Panitia, Wawali juga menyentil terkait anggaran STQ yang mencapai Ratusan Miliar, namun banyak infrastruktur yang tidak bisa diselesaikan, sehingga fasilitas penunjang STQ di Sofifi, banyak yang tidak bisa menampung para Tamu yang datang dari luar, untuk menetap di Sofifi, melainkan mereka harus menginap di Ternate.

“Mungkin kegiatan STQ Tingkat Nasional yang terburuk selama ini, itu hanya ada di Maluku Utara,” tandasnya.

 

Reporter : Aswan/ute

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :