Kriminalitas Remaja Makin Menggila

91
Susiyanti, SE (Pemerhati Sosial Konawe, Sulawesi Tenggara)

Oleh : Susiyanti, SE

Faktual.Net, Sultra. Berita mengenai kenakalan remaja seakan tiada habis. Mulai dari tindak kekerasan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga tindakan yang menghantarkan pada hilangnya nyawa seseorang.

Sebagaimana belum lama ini, kabar yang menghebohkan masyarakat setempat atas tewasnya seorang anak berusia 14 tahun di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tewas dikeroyok empat orang temannya, hanya karena merasa tersindir di media sosial Facebook (Kompas.com, 21/05/2019).  Hal ini diperkuat dengan ungkapan Kepala Seksi Pidana Umum  Kejari Pontianak, Antonius Simamora bahwa berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Pontianak (Kompas.com, 28/05/2019). Inilah salah satu gambaran buruk tindakan kriminalitas yang dilakukan remaja, hingga mengakibatkan melayangnya nyawa seseorang.

Menyoal Masalah

Berbagai macam kasus kriminalitas yang terjadi di kalangan remaja saat ini, di antaranya disebabkan karena kurangnya nilai agama yang mereka miliki. Padahal pemerintah telah berupaya memasukkan pendidikan berkarakter pada kurikulum pendidikan yang diharapkan dapat mengatasi krisis moral yang sedang melanda anak remaja di negari tercinta ini. Namun sayangnya hal tersebut belum membuahkan hasil.

Selain itu, hal tersebut pun disebabkan terus meningkatnya jumlah pergaulan bebas, kekerasan anak-anak dan remaja, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi dan masalah remaja lainnya. Hal itu tentu merupakan masalah sosial yang mengkhawatirkan bagi generasi yang akan datang, jika tidak terselesaikan dengan tuntas.

Tak cukup sampai di situ, pemerkosaan, pembunuhan atau jenis kriminalitas lain juga terjadi karena kebablasan dalam menjunjung tinggi nilai kebebasan. Ditambah lagi adegan kekerasan ataupun pornografi yang mudah diakses oleh semua kalangan karena kurangnya filter dari negara.

Di samping itu, kriminalitas pun dapat dipicu dari mengkonsumsi narkoba dan miras. Tak jarang hal itu dilakukan dalam rangka mencari solusi atau ketenangan, padahal sejatinya membuat masalah baru. Kalau sudah seperti itu jelas akan merusak fisik dan akal sehat seseorang. Ketika akal hilang kesadaran dan rusak maka seseorang akan bertindak mengikuti hawa nafsunya semata.

Lebih dari itu, kehidupan sekuler yang telah tertanam dalam benak masyarakat, tak terkecuali para remaja membuat pola pikir dan sikap makin tak terkendali dan jauh dari tuntunan agama. Akibatnya segala perbuatan jauh dari aturan-Nya yang berujung tidak adanya batasan yang jelas baik buruknya sesuatu. Alhasil terbentuklah manusia yang enggan terikat dengan aturan pencipta, tapi malah membuat aturan yang sesuai dengan kehendaknya sendiri.

Solusi Penanganan Kriminalitas

Islam sebagai agama yang memiliki aturan yang lengkap dan mencakup seluruh aspek kehidupan tentu mempunyai cara untuk menangani kasus kriminalitas, maka upaya yang dapat ditempuh,  yakni: Pertama, ketakwaan individu. Islam menanamkan kepada setiap individu ketakwaan untuk senantiasa taat pada Allah swt. Sehingga setiap orang tidak akan mudah terpengaruh untuk melakukan perbuatan di luar dari tuntunan-Nya, seperti kekerasan fisik, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

Kedua, lingkungan keluarga. Keluarga merupakan pondasi yang paling utama dalam melakukan pendidikan dan pembinaan terhadap anak sebagai generasi yang akan datang. Di sanalah pertama kali dasar-dasar keislaman ditanamkan kepada anak dengan bimbingan orang tuanya. Sebagaimana Rasulullah saw. pernah bersabda yang artinya, Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-islami). Ayah dan ibunyalah kelak yang menjadikan dirinya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala) (HR al-Bukhari, Muslim, Malik, Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan an-Nasa’i).

Ketiga, lingkungan masyarakat. Masyarkat juga turut andil dalam membantu seseorang agar senantiasa tetap berada di jalan-Nya. Karena manusia tak luput dari khilaf dan dosa, maka penting adanya amar makruf nahi mungkar di tengah-tengah masyarakat.

Keempat, peran negara. Negara pun tak kalah penting dalam menciptkan lingkungan yang baik. Sebab negara memiliki kekuatan hukum untuk menindak tegas dan memberi sanksi yang dapat memberikan efek jera bagi yang melakukan pelanggaran dan yang dapat membahayakan orang lain, terlebih melakukan pembunuhan. Begitu pun menyaring setiap konten dari media yang disiarkan untuk publik agar tidak melenceng dari norma-norma agama dan menutup pabrik-pabrik yang membuat minuman beralkohol, Sebab, sarana yang dapat merusak akal dan memicu  tindakan kriminal tidak akan dibuat, meskipun masyarakt  menginginkannya.

Dengan demikian, sulit hal tersebut direalisasikan jika sistem sekuler masih diberlakukan saat ini. Olehnya itu, tiada lain selain kembali pada aturan yang maha baik yang berasal dari pencipta manusia, yakni Allah swt. Hal itu pun akan dapat diwujudkan dengan diterapkan aturan-Nya dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga Islam dapat menjadi rahmat bagi seluruh umat manusia. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Penulis Adalah Pemerhati Sosial Konawe, Sulawesi Tenggara

Opini Diluar Tanggungjawab Redaksi
Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :