KPU Tikep Coret Ibrahim Dan Muhlas Dari Daftar Caleg 2019

84

Faktual.Net, Tidore. Dua Calon Anggota Legislatif (Caleg) atas nama Ibrahim Kama politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 4, Daerah Pemilihan Dua (Dapil 2). dan Muhlas Marsaoly Politisi asal Partai Gerindra nomor urut 6 Daerah Pemilihan Satu (Dapil 1). Dicoret oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tidore Kepulauan.

Menurut Ketua Pokja pencalonan anggota DPRD Pemilu dan Ketua Divisi Teknis KPU Kota Tidore Kepulauan, Jainul Yusup, SS. M.Hum kepada Faktual.Net mengatakan bahwa Ibrahim Kama, di coret Karena yang bersangkutan diduga masih aktif sebagai pengurus di Bumdes Desa Kusu Kecamatan Oba Utara, dan ini menjadi temuan dan rekomendasi Bawaslu Kota Tidore Kepulauan ke KPU Kota Tidore Kepulauan dengan Nomor : HM.02.00/BWS-K/2018 tanggal 26 oktober 2018.

Sementara Muhlas Marsaoly telah mengundurkan diri karena yang bersangkutan diangkat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), kemudian Caleg yang bersangkutan menyurat ke Partai Gerindra dan tembusannya ke KPU Kota Tikep dan Bawaslu Tikep, dan kemudian di susul surat dari Partai Gerindra Kota Tikep dengan Nomor : MU/09-134/B/Kpts/DPC Gerindra/2018, tanggal 1 Oktober 2018.

Olehnya itu, KPU Kota Tidore Kepulauan kemudian mengeluarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum dengan Nomor : 59/PL.01.4-Kpts/8272/KPU-Kot/IX/2018 tentang Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Pemilihan Umun tahun 2019 tingkat Kota Tidore Kepulauan, dan kedua caleg ini kemudian di nyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat)

“Jumlah Calon Anggota DPRD Tikep sesuai daftar calon tetap (DCT) 320 orang, setelah di coret 2 orang, maka saat ini yang tinggal menjadi 318 orang,” ungkapnya melalui telephone pada Senin, 3/12/2018.

Kendati kedua Calon Anggota Legislatife itu telah di coret, namun Kata Jainul bahwa nama ke dua Caleg itu tetap ada di surat suara pada pemilihan umum tanggal 17 April 2019 mendatang, hanya saja ke dua nama tersebut nantinya dicoret yang ditndai dengan garis panjang. Tetapi jika masih saja ada pemilih yang melakukan pencoblosan pada kedua nama tersebut maka hitungannya dialihkan menjadi suara Partai Politik.

“Pada tanggal 4 dan 5 Desember 2018, KPU se-Indonesia akan melakukan kegiatan Validasi surat suara bersama pada Pemilu Serentak 2019, tujuan dari Validasi surat suara ini agar tidak terjadi kesalahan penulisan nama, gelar, atau identitas calon anggota DPRD pada kertas surat Suara di Pemilihan Umum nanti,” tambahnya.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :