Opini Ditulis Oleh Muh. Rahim
Faktual.Net, Konsel, Sultra. Dinamika pemilihan Kepala Daerah serentak (Pilkada) 9 Desember 2020 cukup krusial mengingat di tengah wabah pandemi Covid 19 Indonesia masih berupaya menjalankan pesta demokrasi tersebut, dari total 270 daerah yang tersebar di 9 Provinsi, 244 Kabupaten dan 37 Kota di Indonesia yang kurang lebih akan melibatkan 105,8 juta penduduk Indonesia dengan kisaran anggaran yang mencapai 15 Triliun sangatlah fantastis.
Dari abstraksi demokrasi hari ini tentunya banyak harapan dan impian atas lahirnya Pemimpin Daerah yang kompatibel dan akuntabel serta professional membawa misi keumatan dalam liku kemiskinan rakyat hari ini.
Provinsi Sulawesi tenggara pada 9 Desember 2020 pun terjun terlibat dalam ruang demokrasi tersebut, sementara dari hasil penutupan pendaftaran yang di lakukan tertanggal 6 September 2020 oleh KPU terdapat 21 Bakal Calon Kepala Daerah di 7 Kabupaten. Dan dari ke 21 bakal calon ini tidak terlihat misi peningkatan ekonomi daerah khusunya kemiskinan di daerah sebagai wujud rill kesengsaraan rakyat yang dirasakan hari ini di tengah wabah Covid-19.
Kordinator Dewan Penasehat Organisasi Ikatan pemuda pelajar mahasiswa Konawe Selatan Makassar ( DPO IP2M KONSEL MAKASSAR ) Muh. Rahim itu kemudian terus memantau pertumbuhan ekonomi daerah. ditambah dengan adanya wabah PANDEMI Covid-19 dimana sebagai salah satu kabupaten yg terkena dampaknya.
Tercatat bahwa angka kemiskinan pada tahun 2018 mencapai 13,48 persen dan di tahun 2019 menurun 12,34 persen artinya penurunan angka kemiskinan tahun 2020 turun tidak signifikan hanya turun sekitar 1,14 persen atau masih dalam angka kemiskinan nasional. sekalipun ada beberapa indikator-indikator yang menjadi ukuran dalam kemiskinan di kabupaten Konawe Selatan ini sebagai gambaran atas fenomena 2 tahun terakhir dari 2018-2019 terhadap Penduduk Miskin di Konawe Selatan, hal mendasar dari dua indikator pada garis kemiskinan yakni Head Count Index dan Proverty Gap Indeks. Model inilah secara pendekatan kebutuhan dasar indikator kemiskinan, sehingga bisa dilihat Garis kemiskinan, rata-rata pengeluaran perkapita sebulan dari penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan.
Sekalipun tahapan dan prosesi debat serta penyampaian visi-misi belum dilakukan oleh KPU tetapi sudah dijadwalkan oleh KPU namun janji-janji serta program-program yang direncanakan sudah dipastikan dikantongi oleh seluruh Bakal Calon melalui tim konseptor dan lainnya, terlihat angka kemiskinan di daerah tahun 2019 baik yang terendah dan tertinggi semua memiliki catatan yang belum maksimal sehingga ini menjadi satu Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan paskah mereka terpilih nanti, mengingat terkait Kemiskinan ini ialah satu dari problem ekonomi yang terjadi di Konawe Selatan maka patut untuk diseriusi secara bijak.
Secara teoritis dan normatif semua hasil dan temuan terhadap dinamika yang terjadi maka ini tentunya sangat krusial untuk perlu diperhatikan dan dibijaki secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan khususnya Bakal Calon Kepala Daerah di Konawe Selatan. proses ini menunjukan perlu adanya keseriusan yang dilakukan oleh Bakal Calon Kepala Daerah di Konawe Selatan dengan tidak serta mengandalkan Tenaga/Staf perampung kebijakan ekonomi tetapi mampu juga menerobos kebijakan yang fundamental dalam membangkitkan semangat masyarakat hari ini.
Kordinator Dewan Penasehat Organisasi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Konawe Selatan Makassar akan terus mengawal perkembangan ini dalam sektor perekonomian demi mewujudkan ekonomi berkeadilan demi kesejahteraan masyarakat.
Penulis Adalah Seorang Kordinator Dewan Penasehat Organisasi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Konawe Selatan Makassar.
(Isi Opini Di Luar Tanggungjawab Redaksi)
















