Ketua RT 07 Dan Lurah Dokiri Angkat Bicara Soal Keluhan Aprima

1026

Faktual. Net, Tidore. Keluhan salah satu Warga Kelurahan Dokiri Kecamatan Tidore Selatan yakni Aprima Tampubolon mengenai penanganan banjir di rumahnya yang berada di lingkungan RT 07 Kelurahan Dokiri, ditanggapi Ketua RT 07 Jainal Puha dan Kepala Kelurahan Dokiri Muis Maradjabessy.

Kepada media ini, Ketua RT 07 Jainal Puha mengatakan bahwa masalah banjir yang dikeluhkan oleh warganya itu sebelumnya sudah dibicarakan melalui RT dan ditindaklanjuti melalui kelurahan, sehingga untuk mentaktisi permasalahan tersebut Pemerintah Kelurahan bersedia untuk ditangani pada tahun 2020 dengan menggunakan Dana Kelurahan.

“Masalah ini memang sudah kita bicarakan jauh sebelum terjadi insiden di kantor Walikota, jadi soal banjir yang masuk di rumah Aprima saat musim hujan itu nanti akan kita cari solusinya, tapi dianya yang mungkin tidak sabar dan maunya cepat diatasi, lagipula masalah banjir di lingkungan RT 07 ini ada tiga, pertama di lapangan bola RT 06, depan masjid Dokiri RT 07, dan disekitar rumahnya Aprima,” ungkapnya.

Lebih lanjut, lelaki yang dipercayakan masyarakat kelurahan Dokiri menjadi ketua RT selama 10 tahun lebih di Kelurahan Dokiri itu mengatakan banjir yang terjadi di lingkungan RT 07 sebelumnya tidak terlalu melebar, namun setelah Aprima membangun rumahnya dengan mengeruk tanah yang rata dengan jalan utama sehingga banjir makin meluap ketika hujan deras, karena ada saluran air disekitar rumah itu yang tersumbat oleh pengecoran jalan masuk ke rumah Aprima. Selain itu, akibat pengerukan tanah yang dilakukan untuk pembangunan rumah, posisi belakang rumah Aprima terdapat tebing dengan ketinggian kurang lebih 4 Meter. sehingga ketika terjadinya musim hujan airnya dengan bebas masuk ke dalam rumah.

Baca Juga :  Tuntut Masyarakat Sadar Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Busel Canangkan GISA

“Banjir di sekitar rumah Aprima ini tidak berasal dari aliran sungai, melainkan dari air yang datang  dari belakang dibawah Pohon-pohon besar,  jadi sebelum dia membangun rumahnya baru-baru ini, itu banjirnya tidak terlalu besar meskipun hujan deras. tetapi karena sudah ada rumahnya disitu dan dibelakangnya ada tebing sehingga rumahnya direndam banjir kemudian meluap dan masuk di rumah warga yang lain,” jelasnya saat ditemui media  ini di kediamannya pada Kamis, (11/7/19).

Untuk itu, jika harus membangun saluran air (Got) dibelakang rumah Aprima tentu akan kesulitan karena jalur air yang keluar sangat banyak, sehingga solusinya harus dibuat saluran air tepatnya disamping rumah Aprima, serta memperluas jaringan air pada pintu masuk kediaman Aprima yang sebelumnya sudah dilakukan pengecoran diatas saluran air. sehingga dengan begitu airnya bisa mengalir melalui Got yang sudah ada menuju ke sungai besar di kelurahan Dokiri tepatnya disamping lapangan bola maupun bisa melalui saluran air didepan rumah Aprima untuk menuju ke laut.

“Kalau saat itu dia (Aprima) tidak mengeruk tanah dilokasi rumahnya, tetapi langsung dibangun diatasnya maka tidak akan terendam banjir, tapi karena rumahnya berada dibawah tebing sehingga air yang keluar langsung masuk ke dalam rumah,” tambahnya.

Baca Juga :  Beragam Inovasi Pelayanan Telah Akomodir Kebutuhan Masyarakat

Terpisah, Senada disampaikan Kepala Kelurahan Dokiri Muis Maradjabessy, meskipun dia baru menjabat sebagai kepala kelurahan sejak bulan Juni 2019 lalu namun masalah yang dikeluhkan Aprima ini sudah dibicarakan, dan akan diprioritaskan pada tahun 2020, pasalnya jika dilakukan saat ini maka pihak kelurahan tidak bisa berbuat banyak karena program tahun ini sudah ada.

“Pemanfaatan dana kelurahan ini juga harus melalui musrembang, karena itu prosedurnya, sehingga kami berencana di tahun 2020 baru dilakukan. dan dalam Rencana Kerja Kelurahan Dokiri tahun 2020 sudah dimasukan pembangunan tembok penahan tanah, dan saluran air (Got), namun nanti kita lihat masukan dari masing-masing RT terkait dengan program yang mendesak, Sementara terkait dengan keluhan Aprima ini baru disampaikan sekitar dua minggu yang lalu,” tuturnya saat ditemui di kantor Lurah Dokori.

Kendati demikian, dalam rangka penanganan banjir di lingkungan RT 07 Kelurahan Dokiri pihak kelurahan dalam waktu dekat juga akan menyurat ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk dilakukan kerjasama, sehingga dalam realisasi program penanganan banjir bisa ditanggulangi oleh pihak kelurahan melalui Dana Kelurahan dan juga dapat ditanggulangi oleh BPBD Kota Tikep.

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :