Faktual.net – Jakarta Selatan, DKI Jakarta – Jumat, 3 April 2026 – Ibadah Jumat Agung di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Pasar Minggu berlangsung khidmat dan penuh penghayatan, dihadiri oleh jemaat dari berbagai kalangan. Ibadah yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dilayani oleh Pendeta Viktor Hutauruk selaku Pelayan Firman dan Ketua Majelis Jemaat GPIB Pasar Minggu.
Dalam khotbahnya, Pdt. Viktor menekankan makna mendalam dari pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib sebagai wujud kasih Allah yang sempurna. Jemaat diajak untuk merenungkan kembali arti pengorbanan tersebut sebagai dasar iman yang kokoh dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Pengurus Komisi Hubungan Gereja, Masyarakat dan Agama-agama (Germasa) GPIB Pasar Minggu, Dandy Capryanto H., menyoroti relevansi peristiwa sejarah salib dengan kondisi dunia masa kini. Menurutnya, peristiwa penyaliban memperlihatkan bagaimana kebenaran seringkali berada dalam posisi terdesak oleh kekuatan politik dan tekanan massa.
“Peristiwa ini menunjukkan bahwa kebenaran bisa dikalahkan secara politik, tetapi tidak secara moral dan spiritual. Ini menjadi refleksi penting bagi kondisi dunia saat ini,” ujar Dandy dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, keputusan Pontius Pilatus yang menyerahkan Yesus meski mengetahui ketidakbersalahan-Nya, terjadi demi menjaga stabilitas politik. Hal ini, lanjut Dandy, sangat relevan dengan situasi global saat ini di mana banyak keputusan publik tidak lagi didasarkan pada kebenaran substantif, melainkan pertimbangan kekuasaan dan tekanan mayoritas.
“Pola konflik dunia saat ini bisa dianalogikan seperti kurva logaritmik, di mana eskalasi terjadi secara cepat dan berlipat, dipicu oleh polarisasi identitas, disinformasi digital, serta kepentingan kekuasaan,” tambahnya.
Di tengah dinamika tersebut, nilai-nilai pengorbanan, kasih, dan pengampunan menjadi sangat penting untuk memperkuat kehidupan berbangsa. Menurut Dandy, Indonesia memiliki landasan kuat melalui Pancasila, sehingga moderasi beragama harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam ekstremisme maupun politisasi agama.
Perjamuan Kudus dan Penerimaan Sidi Baru
Salah satu momen sakral dalam ibadah ini adalah pelaksanaan Perjamuan Kudus yang turut diikuti oleh para peserta Sidi Baru (Katekumen) periode 2025–2026. Keikutsertaan mereka menandai langkah penting dalam proses pembinaan iman menuju kedewasaan rohani.
Berikut adalah daftar nama peserta didik baru yang mengikuti kegiatan tersebut:
1. Sdr. Darell Samuel Kristiawa
2. Sdr. Salomo Jeremia Pasaribu
3. Sdri. Grace Natalie Sitorus
4. Sdr. Michael Johnson Tehupeory
5. Sdr. Michael Joshua Tehupeory
6. Sdr. Nathan Oloan Rajabasa Manullang
7. Sdri. Anasthasya Florence Pattiasina
8. Sdri. Shirley Felicia Tampemawa
9. Sdri. Yura Aurora Sabrina Kalengkian
10. Sdr. Yoshua Bire Merdeka Riwu Kaho
11. Sdr. Andra Yogasworo
12. Sdri. Audrey Kiara Yogasworo
13. Sdri. Hillary Gabrielle Princess Gontung
14. Sdr. Holan Asmido Akwila Sagal
15. Sdr. Valentino Osmond Samuel Sereh
16. Sdr. Reyvan Gamaliel Philippus
Melalui ibadah ini, diharapkan seluruh jemaat maupun para katekumen dapat semakin bertumbuh dalam iman, hidup dalam kasih, serta menjadi saksi Kristus di tengah kehidupan bermasyarakat.
Red/JS/DCH

















