Example floating
Example floating
HukumPemerintahan

Kedamaian Lorong Salangga Kambu Terusik Isu Rencana Penggantian RT 10 Inprosedural

×

Kedamaian Lorong Salangga Kambu Terusik Isu Rencana Penggantian RT 10 Inprosedural

Sebarkan artikel ini
Pemblokiran Jalan dan Bakar Ban Depan Lorong Salangga
Example 468x60

faktual.net, Kendari, Sultra. Salangga, salah satu nama lorong di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Lorong tersebut tepat berada didepan Kampus Universitas Halu Oleo (UHO). Bagi warga Kambu secara khusus dan warga Kota Kendari secara umum sangat tahu bahwa Salangga merupakan salah satu lorong dengan kehidupan Premanisme yang keras ditahun 90 an – 2000 an – 2010 an.

Aksi-aksi premanisme sering sekali terdengar terjadi dilorong tersebut, tapi itu dulu sebelum lorong ini dipimpin oleh Mursalin, SH. Sejak Mursalin SH terpilih sebagai Ketua Rukun Tetangga 10, Rukun Warga 03 yang meliputi Lorong Salangga dan Lorong Pelindung, maka STIGMA Lorong yang terkenal dengan kesangarannya berangsur-angsur hilang, Salangga kemudian menjadi salah satu lorong yang menjunjung tinggi kedamaian.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Gaya kepemimpinan Mursalin, SH yang keras, tegas tetapi bijak, membuat banyak orang merasa dirangkul olehnya. Bukan hanya itu, sejak Mursalin, SH menjadi ketua RT, sarana dan prasarana di Lorong Salangga dan Lorong Pelindung mulai tertata rapi, jalan lorong yang beraspal, drainase yang tertata dengan baik, bahkan penghubung antara Lorong Salangga dan Lorong Pelindung terpaving block.

Semua itu tidak luput dari kinerja Mursalin yang membangun koneksi khususnya dengan Pemkot Kendari sehingga banyak program-program Kota Kendari yang terfokus pembangunannya di RT 10.

Kedamaian dan keamanan Lorong Salangga, malam ini, malam Jum’at, 27 Oktober 2022 terusik. Pantauan media, ada spanduk pemblokiran jalan didepan Salangga bersamaan dengan itu sekelompok masyarakat melakukan pembakaran ban bekas, ada apa dengan Salangga malam ini?

Menurut pengakuan Raul Verdinand yang merupakan Koordinator Lapangan (Korlap) dari aksi pemblokiran jalan dan bakar ban tersebut, dipicu dari ulah sekelompok oknum yang coba merusak tatanan pemerintahan di RT 10.

Ada oknum yang menggalang tandatangan masyarakat (baca: memprovokasi) dan melaporkan ke Lurah Lalolara bahwa Mursalin telah gagal sebagai RT dan meminta Lurah untuk melakukan penggantian RT, dan setelah ditelusuri ternyata oknum tersebut adalah orang yang berkeinginan untuk menjadi RT.

Baca Juga :  ISMAPETI Wilayah V Dorong Modernisasi Peternakan, Mahasiswa Dituntut Kuasai Teknologi Kandang

Menurut Raul Verdinand hal tersebut adalah cara yang paling picik, menurutnya kalau Mursalin dianggap gagal sebagai RT, apa indikatornya? Jangan asal lapor-melapor tapi tidak ada dasar.

“Orang yang mengatakan bahwa pak Mursalin gagal dan tidak menjalankan tugas sebagai RT, apa indikatornya? harus jelas, karena secara kasat mata kita dapat melihat ril dilapangan hasil kerja-kerja beliau selama ini”, ucap

 

Spanduk Pemblokiran Jalan Yang Terpasang Depan Lorong Salangga

Ditambahkannya bahwa oknum yang melaporkan pak Mursalin ke Lurah dan memprovokasi masyarakat untuk menggalang tanda-tangan adalah orang-orang yang ingin mengacaukan Salangga.

“Tidakkah kita senang Lorong Salangga selama ini aman dan damai, tidakkah kita senang bahwa selama ini ketika mahasiswa atau masyarakat berjalan di Salangga walaupun malam hari merasakan keamanan dan ketenangan? Jangan ketenangan ini kemudian di usik”, tambahnya.

“Jika ada penggantian RT, maka kami melihat itu inprosedural karena telah melanggar Perwali Nomor 2 tahun 2019 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga. Bagi pihak-pihak yang ingin menjadi RT, silahkan tidak dilarang tetapi dengan cara-cara yang elegan, jangan membegal dijalan seperti ini”, tambahnya lagi.

Raul juga mengatakan bahwa aksi yang dipimpinnya malam ini adalah sikap spontanitas dan gerakan murni atas kesadaran diri sebagai warga RT 10 yang tidak menginginkan adanya oknum-oknum yang mengacaukan sistem pemerintah RT 10 di Salangga.

Raul menduga oknum-oknum tersebut berkolaborasi dengan pihak Kelurahan Lalolara agar aksi mereka untuk mengkudeta Mursalin, SH berjalan lancar.

Melalui faktual.net, Raul atas nama warga RT 10 meminta kepada oknum-oknum tersebut untuk menghentikan aksinya demi kedamaian Salangga dan Pelindung. Selain itu meminta agar oknum-oknum tersebut meminta maaf dan melakukan klarifikasi agar masalah tersebut tidak meluas demi kedamaian kita semua.

Sampai berita ini diturunkan, media belum sempat melakukan konfirmasi kepada Mursalin, SH atas kejadian diwilayahnya dikarenakan situasi masih memanas dan jalan masih terblokir.

Redaksi

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit