oleh

Kasudin Perhubungan Jakarta Utara Tertibkan Parkir Liar

faktual. net,Jakarta- Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Administrasi Jakarta Utara Harlem Simanjuntak, merespon cepat informasi warga pada, Kamis (22/9), adanya parkir kendaraan roda empat maupun roda dua disisi pagar Rumah Sakit Satya Negara, yaitu Jalan Agung Utara Kelurahan Sunter Agung kecamatan Tanjung Priok Jakut.

Harlem simanjuntak yang mendapat informasi segera mengarahkan personel beserta kendaraan derek ke lokasi untuk menertibkan.

Di lokasi tersebut sudah ada papan himbauan agar tidak parkir disekitar rumah sakit.

Saat ini, kasus parkir sembarangan marak terjadi, khususnya di kota-kota besar seperti di Jakarta. Kendaraan yang parkir sembarangan sering terlihat di bahu jalanan Jakarta.

Biasanya, penyebab kebiasaan ini lantaran dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan uang bagi oknum yang mengaku sebagai juru parkir.

Dampak parkir yang dilakukan di badan jalan ialah terjadinya penyempitan ruang jalan lalu lintas, berdampak pada pengurangan kecepatan laju kendaraan dan mengakibatkan kemacetan sehingga akan merugikan banyak pengguna jalan.

Aturan tentang perparkiran sudah tertuang dalam Pasal 140 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perparkiran (Perda DKI Jakarta 5/2012).

Sanksi Parkir Sembarangan

Mengutip dari dishub.jakarta.go.id, adapun sanksi yang diterapkan untuk memberikan efek jera bagi pelanggar parkir yang telah memarkir kendaraannya di badan jalan, di antaranya:

1. Dikenakan denda maksimal sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan, sebesar Rp. 500.000,- yang diberikan oleh kepolisian dengan menerapkan tilangan slip biru, sehingga pelanggar harus membayarkan dendanya melalui Bank BRI.

2. Penderekan kendaraan yang dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, sesuai dengan Perda No. 5 Tahun 2012 tentang Perparkiran, disebutkan kendaraan yang parkir di badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas dapat dipindahkan atau diderek dan biaya penderekan menjadi tanggung jawab pelanggar, yang besarannya di tetapkan di Perda No. 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah yaitu biaya penderekan dan penyimpanan kendaraan yang diderek karena parkir sembarangan sebesar Rp. 500.000,-/hari/kendaraan, yang pembayarannya disetorkan langsung ke Bank DKI. (zul).

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :