oleh

Para Pelaku Penganiaya Wartawan Belum Ditangkap, Ribuan Wartawan Akan Lanjut Aksi di Mabes Polri dan Kemendagri

Faktual.net, Karawang, Jawa Barat – Semakin tidak karuan saja moral oknum pejabat di negara hukum ini, dengan begitu membanggakan sikap arogansi melakukan penyekapan dan intimidasi terhadap dua orang Wartawan. Sebagaimana yang dilakukan oknum pejabat Kepala Dinas, di Kabupaten Karawang berinisial AA bersama kelompoknya yang kemudian jadi berbuntut panjang.

Terlepas dari motif, kekerasan pada Wartawan yang sedang menjalankan tugas sesungguhnya adalah kejahatan Negara, sehingga pelakunya bisa dikenakan UU Pers No 40 Th 1999 dan juga UU Pidana (KUHP).

Terkutuklah pihak yang tidak memahami tugas para pewarta, yang telah membuat dua (2) wartawan jadi korban. Penganiayaan terhadap insan Pers itu diduga dilakukan oleh oknum pejabat Kepala Dinas Pemkab Karawang.

Mereka harus diproses hukum dan sungguh sangat disayangkan perilakunya tidak punya rasa kemanusiaan sehingga tega memaksa wartawan minum air kencing setelah dipukuli.

Atas peristiwa itu, ribuan jurnalis dari berbagai wilayah Jabodetabek, dan sebagaian wilayah Jawa Barat dan perwakilan dari Jawa Tengah pun menggelar aksi di gedung DPRD Kabupaten Karawang.

Aksi tersebut adalah sebagai bentuk solidaritas sesama insan Pers, atas penganiayaan yang terjadi terhadap dua wartawan oleh oknum pejabat ASN yang dinahkodai Bupati Karawang.

Selain insan pers, aksi itu juga diikuti oleh sejumlah organisasi kewartawanan, diantaranya; Forum Jurnalis IMN, A-PPI, FWJ Indonesia, SMSI, IWO, MOI, IWOI, MIO, FORWABI, PWRI, dan SWI.

Dalam aksinya, mereka menyuarakan tuntutan kepada oknum pejabat ASN Kabupaten Karawang yang berinisial AA dan kawan – kawan agar segera diproses hukum dan dicopot jabatannya sebagai ASN.

Aksi ribuan wartawan itu, juga mendapat perhatian dari Kapolres Karawang Aldi Subartono yang lalu mendatangi tempat aksi untuk melihat langsung dan juga mengawal suasana aksi.

Aldi meminta rekan-rekan wartawan untuk menahan diri, karena dikatakan kasus ini telah digelar di Polda Jabar untuk menetapkan status tersangkanya.

“Hari ini sedang digelar perkara di Reskrimum Polda Jabar, anggota saya juga mengawal ke sana. Karena gelar perkara itu untuk menentukan status tersangka,” ujar Kapolres Karawang itu di depan peserta aksi, Kamis (22/9/2022).

Lebih rinci, Aldi juga mengatakan pihaknya sedang mendalami kasus yang telah diterima Laporan Kepolisiannya tersebut. Aldi memastikan, kasus penganiayaan terhadap dua orang wartawan oleh oknum pejabat ASN akan ditindaklanjuti dengan tegak lurus.

“Siapapun yang terbukti bersalah akan kami proses hukum,” pungkas Kapolres Karawang itu.

Sementara di kesempatan yang sama, menyikapi kasus tersebut Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan mengatakan Jurnalis tidak bisa dibohongi dengan janji-janji.

“Ucapan Kapolres akan kami tunggu hingga Senin depan, jika tidak juga diproses hukum dengan tindak penangkapan dan penahanan terhadap oknum pejabat berinisial AA dan kawan-kawannya, maka aksi berikutnya Selasa (27/9-2022) akan kami gelar lebih besar di Mabes Polri dan Kemendagri,” tegas Opan.

Opan juga menyinggung petisi yang dibuat oleh rekan-rekan perwakilan yang diundang ketua DPRD Kabupaten Karawang, dikatakan tidak mengarah pada tuntutan Jurnalis yang seharusnya sesuai Undang-undang Pers No 40 tahun 1999.

“Korban adalah profesi wartawan dan peristiwa itu bukan terjadi pada warga biasa di Karawang. Yang namanya profesi jurnalis itu tidak bisa di sekat-sekat kayak gini,” bebernya.

Sebagai aktifis jurnalis yang sudah melalang-buana hampir 25 tahun di dunia wartawan, Opan juga mengultimatum dalam kurun waktu 2X24 jam tuntutan agar oknum pejabat Pemkab Karawang AA bersama 4 rekannya agar segera dicopot dan ditahan demi tegaknya supremasi hukum. Karena jika tidak, jelas itu akan menciderai rasa keadilan di negara hukum ini.

“Nanti Wartawan Indonesia Bersatoe kita gelar minggu depan, di Mabes Polri dan Kemendagri, jika proses hukum terhadap oknum pejabat keji itu belum ada juga tindak penangkapan dan penahanan. Mungkin bukan hanya pelaku oknum pejabat Pemkab Karawang, kami juga akan mendesak untuk mencopot Bupati Karawang, Kapolres Karawang dan Direskrimum Polda Jabar, yang tidak mengindahkan tuntutan kami,” pungkas Opan.

Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua Umum Forwabi Syarif Hidayat, yang menyatakan aksi pada hari ini di depan gedung DPRD Kabupaten Bekasi adalah belum mencapai final.

“Belum final itu ya, karena kami melihat ada hal-hal yang tidak bisa kami terima dan pahami. Artinya, kasus ini tidak boleh di diamkan dan harus berlanjut sampai para pelaku ditangkap dan ditahan,” tandas Arief.

Menanggapi pernyataan Ketum FWJ Indonesia untuk menggelar aksi lebih besar, yang dipastikan akan melibatkan rekan-rekan organisasi kewartawanan Nasional dan lokal di Jakarta menurut Arif adalah sebuah langkah yang tepat dan sangat baik. Terlebih, aksi nantinya akan melibatkan para pimpinan redaksi dan ratusan wartawan.

Reporter: Rosmauli

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :