Ini Empati Sutjipto Joe Angga di Hari Kanker Sedunia

5

Faktual.Net, Surabaya. Hari Kanker Sedunia yang jatuh tiap tanggal 4 Februari. Tokoh pengusaha, Sutjipto Joe Angga (SJA) mengungkapkan, empatinya kepada para pasien kanker dan mendorong mereka agar tetap memiliki semangat berjuang hidup.

Pasien kanker membutuhkan dukungan, karena mereka bukan hanya bergumul secara fisik tetapi juga jiwani. 

Dukungan dari orang-orang terdekat, niscaya menumbuhkan semangat pasien kanker,” ucap SJ Angga pada keterangan tertulisnya. Seperti yang dilansir Timesjatim.com. Minggu, (09/2/2020).

Menurut Cak Angga, menerima vonis kanker menyebabkan mental seseorang jatuh. Hal ini bisa memicu sel-sel kanker tumbuh dengan cepat sehingga potensi untuk sembuh berkurang. 

Situasi itu bukanlah hal yang mudah bagi penderita kanker, tetapi menjaga semangat hidup adalah hal yang sangat penting untuk tetap dilakukan.

“Harus tetap semangat untuk hidup, dan yang paling penting adalah berserah kepada Tuhan. Minta kekuatan khusus dari Tuhan dalam melewati situasi yang tak mudah ini,” Dewan Penasehat Pimpinan Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP).

Selain itu, Angga mengatakan, pendampingan juga dibutuhkan oleh keluarga penderita kanker. Ia melihat keluarga pasien kanker butuh disemangati demi menjaga kondisi jiwani mereka tetap stabil dan bisa mengatasi realitas yang ada, dengan cara menjadi komunitas yang mendukung anggota keluarga mereka yang penderita kanker.

“Meski menderita kanker, itu bukan berarti hidup seseorang sudah selesai. Jangan mengisolasi pasien,” terang Banteng Lawas PDIP ini.

Cak Angga juga mengaku memiliki pengalaman mendampingi dan melayani secara rohani banyak penderita kanker dan keluarga mereka. 

“Jika pasien kanker merasakan dorongan semangat dari lingkungannya, lalu diajak untuk tetap terlibat dalam aktivitas sosial atau keagamaan, bahkan menekuni hobi dan hal-hal lain yang disukainya, itu bisa menjadi semacam terapi healing,” beber alumni West College London, Inggris itu.

Kegiatan yang bersifat keceriaan dan meditatif diakuinya bisa menurunkan rasa frustasi dan stres akibat kanker. Ia juga menyarankan agar pasien kanker tetap mengontrol penyakitnya. 

“Tak perlu takut berobat ke dokter, apa lagi sekarang ada BPJS atau asuransi, jadi harus rajin kontrol ke dokter,” tambahnya.

Pada saat yang sama, Angga mendorong masyarakat agar saling mengingatkan untuk mencegah kanker melalui membiasakan pola hidup sehat.

“Memang sudah pasti lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita perlu berupaya menjaga kesehatan, jaga pola makan, itu bisa menghindarkan kita dari dampak negatif penyakit-penyakit kronis, termasuk kanker,” jelasnya.

Ia menambahkan, kita bisa memulainya dengan mengubah beberapa kebiasaan atau gaya hidup yang tidak sehat. Kesehatan yang prima adalah sesuatu yang tak terbeli dengan uang, maka perlu dijaga sejak dini.

“Kita perlu menerapkan gaya hidup sehat seperti mengonsumsi buah-buahan, sayur-mayur, biji-bijian, atau kacang-kacangan, dan tidak kecanduan alkohol,” tutup Angga. (lel/ari)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :