Example floating
Example floating
EdukasiPolitik

Gelar Dialog Pilkada, GMNI Kendari Hadirkan Pengamat Politik dan Pemantau Pemilu

×

Gelar Dialog Pilkada, GMNI Kendari Hadirkan Pengamat Politik dan Pemantau Pemilu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
GMNI Kendari bersama narasumber.

Faktual.Net, Kendari — Dorong partisipasi mahasiswa pada pembangunan daerah dan pilkada 2024, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari menggelar dialog Publik di salah satu Warkop Kota Kendari, Selasa (01/10/2024) malam. 

Dialog ini sebagai bentuk respon balik situasi politik dan pilkada yang sedang berjalan saat ini, sekaligus sebagai momentum Konsolidasi organisasi dalam menyukseskan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) GMNI Kendari yang ke-VII.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dengan menghadirkan narasumber yakni, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hajaruddin.

Selain itu, Pengamat Politik Sultra yang juga akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Muh. Najib Husein, Kordinator Gerakan Muda Peduli Pemilu yang juga senior GMNI Kendari, Zulzaman. 

Dalam sambutannya Ketua GMNI Kendari, Rasmin Jaya mengatakan kegiatan ini sebagai upaya merefleksi kembali peran dan posisi pemuda di momentum pemilu dan pesta demokrasi tahun 2024.

“Pemuda adalah aset penting yang sangat strategis serta bisa memberikan perubahan nyata di tengah masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya. 

“Mahasiswa harus mengambil peran untuk perbaikan pembangunan kedepan dengan mengaktualisasikan ide dan gagasannya kepada masyarakat,” sambungnya. 

Perwakilan KIPP Sultra, Hajaruddin membeberkan tentang peran penting yang harus di lakukan oleh generasi khususnya pemuda dan mahasiswa untuk memberikan perubahan yang kongkret di tengah masyarakat.

“Penyelenggara pemilu harus betul-betul di awasi dengan baik agar menjalankan setiap tahapan Pilkada secara jujur adil, terbuka dan mengedepankan integritas agar produk yang di hasilkan dalam pilkada betul-betul pemimpin yang berkualitas dan demokratis,” pintahnya. 

Ia memantik kepada seluruh mahasiswa agar jangan apatis terhadap politik, keterlibatan mereka akan menentukan bagaimana nasib daerah ini ke depan.

Dia meminta mahasiswa untuk mengawal setiap proses kebijakan pemerintah agar proses kepemimpinan bisa berjalan sesuai dengan landasan dan kaidah-kaidah aturan yang berlaku. 

“Visi-misi yang akan di ramu dalam kebijakan harus sesuai dengan implementasi dan aktualisasi kedepan. Makanya pentingnya Check and balance,” tegasnya di hadapan peserta. 

Terakhir ia juga menyoroti soal mahar politik yang tidak dibuka secara transparan di ruang publik. 

“Untuk meminimalisir terjadinya politik uang, makanya semua harus merasa terlibat untuk mengawasi tahapan Pilkada dan racun demokrasi yang aman merusak nuansa Pilkada 2024,” bebernya. 

Selain itu, ia menyoroti soal netralitas ASN yang terlibat pilkada untuk mobilisasi masyarakat harus ditindak sesuai aturan. 

“Mobilisasi ASN sudah secara terang terangan dilakukan dan ini lah yang harus menjadi tanggung jawab Bawaslu dalam menegakan aturannya,” kata Hajaruddin. 

Sementara itu, Pengamat Politik Sultra, Najib Husein menjelaskan sirkulasi pergantian kepemimpinan nasional dan elektoral semakin terasa.

Dia meminta generasi muda khususnya mahasiswa harus berpartisipasi aktif dalam dinamika politik untuk memberikan pendidikan politik dan penyadaran kepada masyarakat tentang kepemimpinan yang ideal yang bisa memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat.

“Tentu kita sebagai generasi muda harus betul-betul mengawal pemilu dan pesta demokrasi tahun 2024 secara demokratis, subtansial dan berkualitas,” tandas Najib. 

“Kita juga harus menggabungkan politik gagasan kepada pada calon dan kandidat yang betul-betul punya niatan untuk membangun daerah,” sambungnya. 

Dengan memantik semangat mahasiswa, ia membeberkan perjalanan dan peran pemuda di masa dulu. 

Mulai dari lahirnya berbagai organisasi kepemudaan, sumpah pemuda, dan sepak terjang gerakan pemuda sampai kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dia melanjutkan, pelopor penggerak dan perjuangan mahasiswa juga di Zaman Orde Lama, Orde Baru hingga Reformasi turut di gaungkan untuk mengembalikan semangat dan kepeloporan gerakan mahasiswa.

“Sehingga merasa penting untuk kembali kepada semangat perubahan dan fungsi mahasiswa itu sendiri khususnya di momentum pesta demokrasi dan pemilihan Kepada Daerah yang akan datang,” bebernya.

Tentu posisi pemuda menjadi penting, dalam mengawal setiap proses perjalanan visi misi pemerintah ke depan. 

“Kebijakan yang tidak sesuai harus di kritik agar anggaran yang dialokasikan tidak terbuang cuma-cuma,” jelasnya. 

Najib menegaskan kepada penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu untuk melaksanakan pikada yang sesuai dengan tahapan. 

“Pilkada dijalankan sesuai tahapan, agar betul-betul berkualitas, demokratis dan substansial,” ucapnya. 

Terakhir, Kordinator Gerakan Muda Peduli Pemilu yang juga senior GMNI Kendari, Zulzaman mengatakan momentum pesta demokrasi dan pilkada 2024 kali ini tak bisa di lewatkan begitu saja. 

“Pemuda harus menjadi bagian dari pengambil kebijakan baik di legislatif, eksekutif dan yudikatif,” tuturnya. 

Zulzaman berharap kepada generasi muda untuk melek politik dan pro aktif dalam mengawal demokrasi. 

“Harapan kita, pemuda jangan apatis terhadap politik, karena salah satu untuk melakukan perubahan besar dan bisa memberikan kesejahteraan masyarakat adalah dari kebijakan politik itu sendiri,” harap Zulzaman. 

Ia juga mendorong partisipasi mahasiswa agar terjun langsung dalam proses demokratisasi baik itu sebagai pemantau, pengawas pilkada dan lainnya.

Pilihannya hanya dua, kata Zulzaman, mahasiswa akan digiring oleh calon tertentu atau akan menjadi instrumen Konsolidasi serta mobilisasi mahasiswa. 

“Karena jika kita apatis terhadap politik maka, pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat hanya di kuasai oleh segelintir orang,” tegasnya.

Dialog tersebut diikuti oleh berbagai lintas organisasi kemahasiswaan dan pemuda di Sultra dengan harapan proses pilkada bisa berjalan sesuai dengan yang di harapkan. 

Antusias mahasiswa dan pemuda juga cukup besar untuk merespon setiap paparan yang di sampaikan narasumber.

Repoter: Kariadi

Tanggapi Berita Ini