Example floating
Example floating
BeritaOpini

Faktor Money Politic di Kota Kendari

×

Faktor Money Politic di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari, Sultra — Bentuk politik uang (Money politic) dalam pemilihan Walikota Kendari berdasarkan pernyataan dari masyarakat memang benar adanya dan itu terjadi di Kelurahan Lepo-Lepo dan bukti yang ditemukan berupa uang, sembako (beras) satu set sound system dan kursi oleh tim sukses dari calon walikota tertentu dan fakta tersebut terjadi pada setiap kelurahan antara lain yakni Kelurahan Lepo-Lepo (Kecamatan Baruga), Kelurahan Rahandouna(Kecamatan Poasia), Kelurahan Wawowowangu (Kecamatan Kadia), Kelurahan Lahundape (Kelurahan Kadia) dan setiap Kecamatan dan kelurahan di Kota Kendari.

Faktor-faktor yang mempengaruhi politik uang dalam pemilihan walikota adalah, kemiskinan, ketidakpahaman masyarakat tentang politik uang dan faktor kebudayaan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Mereka berpendapat bahwa politik uang dalam setiap pemilihan kepala daerah, baik gubernur, walikota maupun bupati sudah biasa terjadi dan menjadi kebiasaan masyarakat bahkan mereka menunggu untuk diberikan sesuatu dari calon walikota atau tim sukses bahkan menjadi tambahan penghasilan sementara untuk memenuhi kebutuhan mereka pada saat itu.

Bentuk-bentuk politik uang dalam pemilihan walikotatampak dalam berbagai wujud, namun kebanyakan masyarakat memilih uang, beras, sarung. Selainitu, dapat pula berupa fasilitas umum seperti perangkat sound system wirelessdan kursi yang dapat digunakan dalam waktu yang lama.

Mereka berpandangan bahwa jika diberikan uang, maka cenderung akan cepat habis,namun jika yang diberikan dalam bentuk fasilitas umum berupa perangkat sound system wireless dan kursi, maka dapat dipergunakan oleh semua anggota masyarakat.

Baca Juga :  Dua Hektare Lahan Pantai Sigandu Batang Terendam Rob, Pemkab Siapkan Pembenahan

Bukan saja untuk kepentingan pribadi, tetapi juga oleh sebagian besar masyarakat yang ada dilingkungan mereka. Sementara itu, pengaruh politik uang terhadap pilihan masyarakat dalam pemilihan walikota di Kota Kendari, dari pernyataan pernyataan informan tampaknya tidak berpengaruh secara signifikan. Dengan kata lain, pengaruhnya hanya bersifat parsial saja karena ada pula sebagaian masyakat ada yang setuju bahwa politik uang sudah menjadi kebiasaan da-lam setiap pemilihan, sehingga mereka berpandangan bahwa jika ingin maju (mencalonkan diri) menjadi walikota harus memiliki uang.

Jika tidak memiliki uang, maka yang bersangkutan tidak usah maju jadi pencalonan walikota Kendati demikian, ada pula seba-gian masyarakat yang berpandangan seba-liknya bahwa politik uang dalam pemilihan walikota merupakan bagian dari pembodohan dalam masyarakat, serta merusak tatanandemokrasi dalam masyarakat.

Dalam konteks ini, masyarakat memilih bukan lagi berdasarkan hati nuraninya tetapi karena uang. Sehingga asas jurdil dalm pemilu hanya sebagai simbol saja. Dengan demikian, kepemimpinan yang dihasilkan tidak memberikan manfaat dan justru merugikan masyarakat itu sendiri.

Untuk itu, Generasi muda sebagai pemilih cerdas harus mempereat kokoh prinsip ideologis dengan perspektif uang bukan segalanya tetapi sikap konsisten yang perlu di kedepankan dalam Pilwali Kota Kendari yang berlandaskan asas pemilu LUBER dan JURDIL.

Penulis adalah Mahasiswa Fisip UHO.
Isi Opini Diluar Tanggungjawab Redaksi.

Tanggapi Berita Ini