Example floating
HeadlineKesehatanOpini

Edukasi ILMI Sultra: Mengenal Madu Sirupan, Madu Berbahaya Bagi Penderita Diabetes

×

Edukasi ILMI Sultra: Mengenal Madu Sirupan, Madu Berbahaya Bagi Penderita Diabetes

Sebarkan artikel ini
Foto Madu Palsu Yang di Amankan Oleh Polda Banten. Sumber Foto detik.com

Faktual.Net, Kendari. Sultra. Madu adalah cairan alami yang hasilkan oleh lebah yang berasal dari nektar tanaman yang diisap oleh lebah. Madu Murni telah terbukti memberikan manfaat yang sangat baik bagi kesehatan manusia khususnya bagi peningkatan imun tubuh.

Ditengah Pandemi Covid – 19 yang masih melanda dunia secara global termasuk Indonesia, membuat permintaan masyarakat akan madu semakin meningkat. Masyarakat mulai paham, salah satu suplemen paling alami untuk meningkatkan imum tubuh guna melawan virus Corona adalah madu.

Permintaan madu yang tinggi membuat oknum – oknum nakal akhirnya mulai merekayasa madu dengan modal yang kecil bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Salah satu madu yang harus diwaspadai oleh masyarakat adalah madu sirupan (kurasan). Apa itu Madu Sirupan? Madu Sirupan adalah madu yang secara alami dihasilkan oleh lebah tetapi nektar yang dikonsumsi oleh lebah bukan alami nektar tanaman tetapi sirup gula yang diracik/dibuat oleh pembudidaya/peternak lebah guna menyelamatkan lebah saat paceklik supaya lebah tidak mati.

Tujuan awalnya pemberian sirup gula kepada lebah adalah supaya lebah tidak mati dimusim paceklik tanaman, ada musim – musim tertentu dimana bunga -bunga tidak bermekaran sehingga lebah butuh bantuan manusia agar tetap bisa bertahan, cara manusia membantu lebah adalah dengan memberikan sirup gula di stup-stup madu.

Dengan keberadaan sirup gula ini, maka lebah akan tetap hidup dan menghasilkan madu, tetapi ingat, madu yang dihasilkan adalah madu yang tidak murni dari nektar tanaman tetapi madu sirupan. Madu sirupan ini seharusnya tidak dijual ke masyarakat, karena madu sirupan ini kadar gulanya tinggi dan berbahaya bagi penderita diabetes dan berpotensi memicu penyakit diabetes.

Tetapi ada saja oknum nakal/pembudidaya nakal yang hanya mengedepankan keuntungan ekonomi dengan memperjualbelikan madu sirupan. Yang kasian adalah masyarakat, karena sejatinya masyarakat yang akan menjadi korban dari keberadaan madu sirupan ini.

Banyak reseller madu yang tertarik membeli madu sirupan karena ketidaktahuannya, sebab harga madu sirupan ini lumayan murah. Ditingkat petani, madu sirupan terkadang dijual  Rp. 50.000 – Rp. 60.000 per kg jauh sekali berbeda dengan harga madu dari nektar alami misal Madu Kaliandra atau Madu Randu yang dijual dengan harga Rp 95.000 – Rp 110.00 per kg, ini sangat menggiurkan bagi reseller, tentu keuntungan yang akan dihasilkan dari penjualan madu sirupan ini akan besar.

Baca Juga :  Calon PAW La Ode Tariala, Ayo Kenali Albert Praktisi Pendidikan asal Kabupaten Muna

Sebagai masyarakat, jadilah konsumen yang cerdas. Kalau anda membeli madu, tanyakan ke penjualnya, madu yang dijual dari nektar apa? kalau dia madu budidaya, didaerah mana lokasi budidayanya dan kapan masa panennya. Kalau ada penjual madu yang tidak mau menginformasikan sanad madunya kepada konsumen, tinggalkan penjual madu tersebut. Yakin saja penjual tersebut diragukan keamanahannya atau dia tidak paham tentang madu yang memungkinkan dia akan berpotensi tertipu oleh oknum tempatnya mengambil madu kalau dia reseller.

Biasanya madu sirupan ini, tingkat kekentalannya tinggi sekali berkisar 20 % bahkan dibawah 20 % yang membuat konsumen tertipu dengan tampilannya. Kebanyakan penjual madu sirupan, melakukan proses dehumidifikasi (pengurangan kadar air) terhadap madunya, tetapi dijual dengan harga yang murah. Harga murah dan kualitas premium ini yang membuat konsumen banyak tertipu.

Konsumen dapat mendeteksi apakah madu yang dibelinya adalah madu sirupan atau madu dari nektar alami, salah satunya dengan mencium aroma madu, sebab madu dengan nektar alami akan selalu mengeluarkan aroma nektarnya jika dicium. Madu sirupan mempunyai aroma lemah karena sejatinya madu tersebut adalah air gula yang dikonsumsi lebah.

Madu Multiflora akan mengeluarkan aroma Multiflora, Madu Kaliandra akan mengeluarkan aroma Kaliandra, madu Randu akan mengeluarkan aroma randu, Madu Mangga, Madu Kopi, Madu Karet, Madu Rambutan masing – masing akan mengeluarkan aroma khas dari tanaman-tanaman tersebut. Tetapi madu Sirupan, walaupun penjual berbohong dengan mengatakan ini Madu Multiflora, ini Madu Kaliandra, ini Madu Randu, ini Madu Kopi, Ini Madu Rambutan tetapi nektar dari tanaman-tanaman tersebut tidak tercium pada madu.

Pesan dari kami penulis, jadilah konsumen yang cerdas dalam membeli madu, jangan karena harga murah, kita kemudian mengorbankan kesehatan kita dalam jangka panjang. Madu Sirupan tidak menyehatnya bahkan menjadi salah satu penyebab diabetes.

Penulis : Aco Rahman Ismail, Wakil Ketua Inspirator Lebah Madu Indonesia Region Sulawesi Tenggara/Owner Madu Murni Abu Ken

Tanggapi Berita Ini