Example floating
Example floating
Berita

Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap anak kandung di Kecamatan Bawang, Korban menghilang sebelum di Visum

×

Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap anak kandung di Kecamatan Bawang, Korban menghilang sebelum di Visum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Dugaan tindak kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan berinisial NSN, warga Desa Surjo, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, kini menjadi perhatian publik. Kasus yang telah dilaporkan ke Polres Batang itu menyeret nama ZA yang merupakan ayah kandung korban.

Perkara ini mencuat setelah NSN mendatangi ibunya, TN, di Tangerang. Kepada sang ibu, korban mengaku nekat meninggalkan rumah karena tidak lagi sanggup memendam persoalan yang selama ini dialaminya.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

TN mengaku syok dan tidak menyangka akan menerima pengakuan yang disebut mengguncang kehidupannya sebagai seorang ibu. Selama bertahun-tahun bekerja di luar daerah demi memenuhi kebutuhan keluarga, ia justru dihadapkan pada dugaan peristiwa yang menurut pengakuan anaknya melibatkan ayah kandung korban sendiri.

“Saya mengetahui kejadian ini setelah anak saya datang ke tempat kerja saya di Tangerang. Saat itu dia menceritakan alasan dirinya kabur dari rumah. Dari pengakuannya, dia mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari ayahnya sendiri,” ujar TN.

Menurut TN, dugaan peristiwa tersebut terjadi pada November 2024 saat korban masih berusia 17 tahun dan masih berstatus pelajar. Pengakuan itu membuat dirinya memutuskan menempuh jalur hukum demi memperoleh kejelasan dan perlindungan bagi anaknya.

Bagi TN, persoalan ini bukan semata soal proses hukum, melainkan juga menyangkut keselamatan dan kondisi psikologis anaknya yang hingga kini disebut masih membutuhkan pendampingan.

“Saya bekerja bertahun-tahun demi masa depan anak-anak. Sekarang yang saya pikirkan bagaimana anak saya bisa mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan keadilan,” tuturnya.

TN mengungkapkan, laporan terkait dugaan kasus tersebut telah disampaikan ke Polres Batang pada 30 Mei 2026 dan kembali diperkuat dengan laporan lanjutan pada 8 Juni 2026. Namun, proses penyelidikan mengalami hambatan setelah korban tidak jadi menjalani pemeriksaan visum yang menjadi salah satu bagian penting dalam pendalaman perkara.

Baca Juga :  Di Balik Pengakuan Sang Anak, Seorang Ibu Berjuang Mencari Keadilan

Menurut TN, saat berada di RSUD Kalisari Batang untuk menjalani visum, putrinya tiba-tiba meninggalkan lokasi sebelum pemeriksaan dilakukan. Sejak saat itu keberadaan korban tidak lagi diketahui.

“Saat akan dilakukan visum, anak saya tiba-tiba berubah pikiran dan pergi. Sampai sekarang saya belum mengetahui keberadaannya,” ungkap TN.

Kondisi tersebut membuat TN kembali mendatangi Polres Batang pada Senin (15/6/2026) untuk melaporkan kehilangan anaknya. Ia berharap korban segera ditemukan agar memperoleh perlindungan yang layak sekaligus dapat melanjutkan proses pemeriksaan yang diperlukan dalam penanganan perkara.

Hilangnya korban di tengah proses penyelidikan menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pengungkapan kasus. Di sisi lain, keluarga berharap keberadaan NSN dapat segera diketahui guna memastikan kondisi dan keselamatannya.

“Harapan saya proses hukum berjalan secara adil dan profesional. Jika nantinya ada pihak yang terbukti bersalah berdasarkan proses hukum yang berlaku, maka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum,” tegas TN.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Batang, Sudaryono, membenarkan adanya laporan terkait dugaan kasus tersebut. Menurutnya, penyidik masih menunggu korban menjalani visum untuk melengkapi proses penyelidikan.

“Kami masih menunggu korban menjalani visum. Kemarin yang bersangkutan meninggalkan lokasi saat pemeriksaan akan dilakukan,” kata Sudaryono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang disampaikan pihak keluarga. Aparat juga menunggu keberadaan korban diketahui agar proses penanganan perkara dapat berjalan lebih lanjut.

Tanggapi Berita Ini