Example floating
Example floating
BeritaDaerah

DPD IMM Sultra Gelar Dialog Publik Bahas Wilayah Industri Strategis Nasional, Hadirkan 4 Narasumber

×

DPD IMM Sultra Gelar Dialog Publik Bahas Wilayah Industri Strategis Nasional, Hadirkan 4 Narasumber

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Narasumber dan para peserta foto bersama usai dialog publik di aula Universitas Muhammadiyah Buton.

Faktual.Net, Baubau, Sultra — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), sukses gelar dialog publik yang bertempat di aula Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Senin (21/11/2022).

Kegiatan DPD IMM Sultra kali ini bertemakan “Kepton Menjadi Wilayah Industri Strategis Nasional, Siapa Yang Diuntungkan,”.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Dengan menghadirkan narasumber yakni: Pj Bupati Buton, Drs. Basiran, M.Si, Ketua ASPABI Dr. Dwi Putranto, MA, Ketua DPW PERKHAPPI Sultra, Dedi Ferianto, S.H.,CMLC, Ketua Umum DPD IMM Sultra, Haidir Muhari dan dipandu oleh Ketua Bidang Hukum DPD IMM Sultra Aan Prasetia, S.H selaku moderator.

Pj. Bupati Buton Basiran menyampaikan bahwa, Kepulauan Buton merupakan wilayah industri strategis nasional untuk disambut dengan harapan membawa kebermanfaatan untuk kesejahtraan rakyat.

“Dengan dijadikannya Buton sebagai wilayah industri nasional nantinya akan membawa banyak manfaat kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Buton,” paparnya.

Ia juga mengutarakan kawasan industri memberikan efek yang luas bagi ekonomi. Sebab, adanya investasi masuk, atau beroperasinya industri, akan meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

Buton kaya akan sumber daya alamnya, masi kata dia, terutama aspal yang masi memiliki cadangan yang melimpah ruah. Namun, selama ini belum maksimal di kelola, jadi akan dibuat regulasi untuk menjadi industri nasional.

“Maka kita harus dukung dan bersatu mewujudkan Aspal Buton berjaya di negeri sendiri,” tandasnya.

Pj Bupati Buton belum lama ini menerima kunjungan Dirjen Kemenparin untuk meninjau aspal Buton, menindaklanjuti arahan dari Presiden Joko Widodo.

“Dalam kunjungan tersebut kami berharap Kemenperin bisa mendirikan Politeknik Aspal Buton di daerah tersebut karena  industri aspal pasti akan memerlukan SDM yang handal dan tenaga praktisi sesuai kebutuhan industri aspal,” harapnya.

“Kita dorong juga untuk mendirikan Politeknik Aspal Buton. Kementerian Perindustrian telah banyak memiliki politeknik industri, tetapi belum ada kekhususan Politeknik Industri Aspal Buton,” sambung Pj Bupati Buton Basiran.

Baca Juga :  Desa Punaga Launching Duta Pariwisata dan Promosikan Wisata Alam Lewat Camping Edukasi

Di tempat yang sama ketua Aspabi Dwi Putranto dalam pemaparannya secara umum menyampaikan, saat ini Indonesia masih melakukan impor sebesar 83% dari kebutuhan aspal nasional sedangkan pemakaian Aspal Buton masih sangat kecil. Jokowi telah meutuskan, dua tahun lagi, tidak ada impor aspal.

“Dengan adanya pernyataan Presiden Jokowi tersebut, Indonesia sudah tidak perlu lagi impor aspal dalam dua tahun kedepan dan bisa menggunakan Aspal Buton sehingga nantinya hal ini akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia,” tuturnya.

Disisi lain Dwi Putranto menegaskan bahwa penggunaan Aspal Buton sebanyak-banyaknya tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional saja tetapi juga ikut memberdayakan masyarakat dan Indonesia akan memiliki jaringan jalan dengan kualitas terbaik, sebab aspal buton juga memiliki mutu yang sangat tinggi.

Sementara itu, Ketua DPW PERKAHPPI Sultra Dedi Ferianto juga turut memaparkan bahwa kebijakan penetapan Buton sebagai Kawasan Industri Strategis Nasional ini harus melalui instrumen hukum berupa Peraturan. Peluang ini akan memberikan jaminan kemudahan perizinan dan kepastian hukum investasi.

“Hal ini dapat menarik minat investor untuk melakukan investasi pembangunan industri Aspal di Buton. Hilirisasi Industri Aspal adalah big investasi, Investor hanya akan berani masuk menanamkan modalnya jika ada perlindungan hukum dari pemerintah,” paparnya.

Terakhir iya menyatakan kekayaan potensi cadangan Aspal Buton sebesar 662 juta ton, jika pembangunan Industri Aspal terealisasi maka minimal kebutuhan jalan nasional sebesar 5 juta ton Aspal per tahun.

Lebih jauh, ketersediaan Aspal Buton ini diyakini dapat menjawab dan mampu memenuhi kebutuhan jalan nasional.

“Hal ini dapat menjawab target Presiden Joko Widodo, yang ingin menghentikan Import Aspal dalam waktu 2 tahun dapat terealisasi,” pungkasnya.

Setelah usai pemaparan narasumber kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para peserta dan juga terhubung secara online melalui Google Meeting. (Kariadi).

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit