Example floating
Example floating
Berita

Sekolah Rakyat di Batang Direncanakan Dibangun di Desa Clapar Subah

×

Sekolah Rakyat di Batang Direncanakan Dibangun di Desa Clapar Subah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Batang, Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya menekan angka anak putus sekolah di daerah. Lokasi pembangunan yang semula direncanakan di Kecamatan Bandar kini dipindahkan ke Desa Clapar, Kecamatan Subah.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Batang Willopo mengatakan, lokasi di Desa Clapar dipilih karena dinilai lebih siap dari sisi tata ruang maupun dukungan infrastruktur dasar.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

“Insyaallah 90 persen fix di Clapar. Karena kalau di Bandar masih masuk LP2B atau lahan pertanian pangan berkelanjutan. Kalau Clapar memang kawasan permukiman perkotaan, jaringan listrik dan PDAM juga sudah mendukung,” katanya saat ditemui di Kantor Dinsos Batang, Kabupaten Batang, Jumat (8/5/2026).

Dijelaskannya, antusiasme masyarakat Desa Clapar terhadap pembangunan Sekolah Rakyat juga sangat tinggi. Masyarakat dan kepala desanya sangat antusias mendukung pembangunan ini.

“Keberadaan Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan mengingat jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Batang masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dapodik per 27 April 2026, tercatat sebanyak 551 siswa SD, 1.400 siswa SMP, dan 1.145 siswa SMA/SMK di Kabupaten Batang mengalami putus sekolah,” jelasnya.

Kalau dilihat totalnya ada lebih dari 2.000 anak yang harus kembali melanjutkan pendidikan. Rencananya, Sekolah Rakyat akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 8,3 hektare dengan fasilitas pendidikan yang lengkap mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Baca Juga :  Tudingan Tanpa Basis Data dalam Ruang Publik

“Selain ruang kelas dan asrama, kawasan sekolah juga akan dilengkapi lapangan sepak bola berstandar nasional. SD nanti ada 18 ruang kelas, SMP sembilan ruang kelas, dan SMA sembilan ruang kelas. Ada juga asrama dan fasilitas pendukung lainnya,” terangnya.

Ia berharap, pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga pada tahun ajaran baru mendatang sekolah sudah mulai beroperasi.

Willopo juga menyebutkan, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya membantu akses pendidikan masyarakat kurang mampu, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga pendukung lainnya.

“Perekrutan guru, tenaga pendidik sampai tenaga pendukung nanti tentu akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Willopo menambahkan, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang lebih merata kepada masyarakat rentan.

Sementara itu, Camat Subah M. Yasin menyambut baik rencana pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Kecamatan Subah dan wilayah sekitarnya memang masih membutuhkan tambahan fasilitas pendidikan, khususnya jenjang SMA.

“Kami mewakili masyarakat Subah sangat menyambut bahagia. Di Kecamatan Subah SMA hanya ada satu, sehingga keberadaan Sekolah Rakyat nanti tentu akan sangat mendukung pendidikan di wilayah sini maupun Kabupaten Batang,” ujar dia.

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit