oleh

Dispora Mengaku Sedih Dengan Keadaan Pemuda Di Tidore

Faktual.Net, Tidore. Banyaknya organisasi kepemudaan di Kota Tidore Kepulauan yang belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan membuat kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tikep Ali Dukomalmo merasa sedih.

Bagaimana tidak, Ali mengaku sejauh ini pihaknya belum bisa berbuat apa-apa kepada Pemuda karena terbentur dengan masalah anggaran, sehingga dalam merancang suatu kegiatan untuk kepemudaan saja Dispora agak kesulitan, selain itu untuk kegiatan yang dirancang oleh Setiap OKP masih banyak terlihat seperti pengemis intelektual, dimana mereka harus mententeng satu buah kue untuk dijual ke dinas-dinas terkait demi pengumpulan dana untuk kesuksesan kegiatan mereka, Padahal persoalan tersebut sudah sepatutnya dipikirkan oleh pemerintah.

“Saat ini kami agak kesulitan mendorong anggaran untuk bantuan kepemudaan karena anggaran itu juga didorong oleh Kesbangpol dan disediakan oleh KNPI, Sementara pemuda disetiap kegiatan selalu terfokus pada Dispora, minimal kedepan mereka harus dialokasikan anggaran. Sehingga apabila ada kegiatan yang dilakukan oleh OKP baik di dalam daerah maupun di luar daerah, pemerintah bisa membantu melalui anggaran yang telah disediakan, sebab jika mereka tidak diperhatikan maka bagaimana mereka bisa berperan aktif dalam menopang program pemerintah,” paparnya saat ditemui di ruang kerjanya berapa hari lalu.

Baca Juga :  Peluang Kerja Bagi Masyarakat Desa Taring, Untuk Di Tempatkan Di Pertashop

Untuk itu kedepan, dia berharap siapapun yang mengelola anggaran tersebut baik itu Kesbangpol, Dispora maupun KNPI harus bisa memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kepemudaan bila perlu sampai pada insentif mereka saat menggelar kegiatan didalam daerah maupun di luar daerah.

Baca Juga :  Muhammad Alamsyah: Menilai Hasil Verifikasi Calon Tenaga Kerja Lokal di PT VDNI dan OSS Memprihatinkan

“Kalau di Ternate itu anggarannya dikelola oleh Dispora, tetapi di Tidore ini kami belum bisa mengelola karena ada Kesbangpol dan KNPI, namun yang pasti siapapun yang mengelola saya berharap pemuda bisa diperhatikan, karena saya juga sedih ketika disaat kegiatan mereka harus sambangi saya dengan satu buah kue untuk menghidupkan kreatifitas mereka,” jelasnya.

Penulis : Suratmin Idrus

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :