Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaDaerahPemerintahan

Diduga Dijual Rp200 Ribu per Unit, 11 Pompa Bantuan Pertanian di Desa Lembang Loe Belum Jelas Keberadaannya

×

Diduga Dijual Rp200 Ribu per Unit, 11 Pompa Bantuan Pertanian di Desa Lembang Loe Belum Jelas Keberadaannya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net.Gowa.Sulsel – 13 Maret 2026 – Dugaan penyalahgunaan bantuan alat pertanian mencuat di Desa Lembang Loe, Kecamatan Biringbulu, Kabupaten Gowa. Bantuan pompa semprot rumput (sprayer) yang diduga berasal dari program Dinas Pertanian Kabupaten Gowa disebut-sebut diperjualbelikan kepada petani oleh oknum kelompok tani.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, jumlah pompa semprot yang datang diperkirakan sebanyak 25 unit. Namun saat proses pembagian dilakukan kepada petani, hanya 14 unit yang dibagikan.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Ironisnya, para petani yang menerima pompa tersebut mengaku diminta membayar sekitar Rp200.000 per unit oleh oknum kelompok tani yang mengatur pembagian bantuan.

“Yang kami tahu ada sekitar 25 unit bantuan yang datang. Tapi yang dibagikan hanya 14 unit, dan itu pun kami diminta bayar Rp200.000 per unit,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga juga mempertanyakan keberadaan 11 unit pompa semprot lainnya yang hingga kini tidak diketahui ke mana disalurkan.

Menurut keterangan warga, oknum kelompok tani yang membagikan pompa tersebut sempat menyampaikan bahwa alat semprot itu bukan bantuan, melainkan barang yang ia beli sendiri dengan harga sekitar Rp150.000 per unit, kemudian dijual kembali kepada petani seharga Rp200.000 per unit.

Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, sejumlah warga menduga pompa semprot tersebut merupakan bantuan pemerintah yang seharusnya disalurkan kepada petani tanpa dipungut biaya.

Baca Juga :  Diduga Langgar Aturan, Guru di Desa Lassa Lassa Rangkap Sejumlah Jabatan Strategis

Praktik pungutan terhadap bantuan pertanian ini sangat disayangkan oleh masyarakat. Sebab, program bantuan pemerintah pada dasarnya bertujuan membantu petani meningkatkan produktivitas, bukan justru menjadi beban tambahan bagi mereka.

“Kalau memang itu bantuan, seharusnya diberikan kepada petani tanpa biaya apa pun. Jangan sampai bantuan malah dijadikan ajang mencari keuntungan,” kata warga.

Saat dikonfirmasi oleh media ini melalui pesan singkat WhatsApp, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Gowa membantah adanya praktik penjualan bantuan tersebut.

“Tidak benar kalau ada praktik penjualan. Saya sendiri turun langsung ke lapangan untuk membagikan pompa tersebut kepada petani. Itu merupakan bantuan dari provinsi yang dititipkan ke dinas untuk disalurkan, dan tidak ada yang diperjualbelikan,” ujarnya saat memberikan klarifikasi kepada media ini.

Meski demikian, masyarakat berharap tetap ada penelusuran lebih lanjut agar penyaluran bantuan pertanian benar-benar transparan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, polemik terkait jumlah bantuan yang diterima serta keberadaan 11 unit pompa semprot yang belum jelas penyalurannya masih menjadi pertanyaan di kalangan warga.

Reporter : Sattu

Tanggapi Berita Ini