faktual.net, Serang, Banten – Sapta Mulyana Kepala desa ranjeng bersama warganya (Kelompok Tani Bucir Berkah) mempunyai gagasan dan ide untuk beternak lele sebagai contoh kepada warga yang berada di desanya. Minggu (31/7/2022)
Sapta Mulyana mengatakan, bahwa menjalankan program pemberdayaan kepada masyarakat agar masyarakat dapat merasakan manfaat budidaya ikan lele tersebut.
Ia menambahkan, ketahanan pangan diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang memberikan manfaat secara adil dan merata berdasarkan kemandirian dan tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuannya.
“Kami Pemerintah Desa dalam Program Ketahanan ini melihat berdasarkan potensi yang ada di desa, agar manfaat program ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat tentunya,” tambah Sapta.
Budidaya ikan lele ini langsung dikelola oleh kelompok tani yang telah ditunjuk melalui musyawarah desa.
Kedepannya, jikalau budidaya ikan lele ini berhasil akan dijadikan sebagai PAD (pendapatan asli desa) agar bermanfaat untuk masyarakat.
Sumiyati, Ketua Kelompok Tani Bucir Berkah berharap, dengan adanya budidaya ikan lele ini, warga BCP 1RW 04 Desa Ranjeng Kacamatan Ciruas Kabupaten Serang-Banten khususnya bisa makmur dan tidak kekurangan gizi.
Pihaknya memastikan dalam pengelolaan ini akan ada tim yang selalu memantau dan memberi makan ikannya.
Edi Suhedi. ST., Ketua RW 04, juga menambahkan, kami dari pihak RW berharap apa yang yang telah menjadi program ini, agar dilaksanakan serta direalisasikan sesuai aturan yang ada, dan kami pun akan terus memonitor semua kegiatan di desa.
Kedepannya di desa ranjeng akan membuat demplot budidaya lele di tiap-tiap RW sebagai contoh kepada warga yang ada di desa ranjeng. (Oman)
















