Demokrasi Berdarah Di Kendari, DPP IMM Tuntut Copot Kapolda Sultra

139

Faktual.Net, Jakarta. Duka yang mendalam atas meninggalnya dua orang pejuang demokrasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak hanya terasa di Sultra tetapi ditingkat nasional pun duka tersebut sangat terasa. Banyak pihak turut bersedih akibat tragedi demokrasi berdarah tersebut.

Immawan Randi yang meninggal pada Kamis Senja, 26/9/2019 akibat terjangan timah panas yang menembus dada kanannya dan Muhammad Yusuf Kardawi yang meninggal pada Jum’at dini hari akibat luka berat dikepalanya karena hantaman benda keras saat melakukan aksi unjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra pada Kamis, 26/9/2019 adalah tragedi demokrasi diduga akibat tindakan represif aparat keamanan saat demonstrasi berlangsung.

Menyikapi hal tersebut, Narjih Prastiyo selaku ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) melalui instruksi nya pada Jum’at, 27/9/2019 menyerukan agar kader-kader IMM Se Indonesia untuk melakukan aksi solidaritas di Polda dan Polres masing-masing dengan tuntutan copot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra dari jabatannya.

Unjuk Rasa Mahasiswa Didepan Gedung DPRD Sultra Pada Kamis, 26/9/2019 Menuntut Tidak Disahkannya RUU KUHP dan Revisi UU KPK

Selain itu Narjih Prastiyo juga meminta kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Se Indonesia dan Pengurus Cabang  (PC) IMM Se Indonesia menuntut agar segera diusut tuntas pelaku penembakan, diberhentikan dan dihukum.

Selain Narjih Prastiyo, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan juga mengucapkan belasungkawa nya atas tragedi yang terjadi di Kendari. Melalui video yang beredar di media sosial, terlihat Zulkifli Hasan memberikan belangsungkawanya saat memimpin rapat di MPR.

Reporter : La Ode Subroto

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :