Faktual.Net, Konsel, Sultra. Penyuluh harus menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman, pembinaan dan contoh mengelola lahan pertanian dengan inovasi yang baik untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan pemanfaatan lahan yang dimiliki masyarakat.
Demikian diungkapkan Bupati Konawe Selatan (Konsel), H Surunuddin Dangga ST MM dihadapan 212 penyuluh, Masing masing 113 Penyuluh PNS, 54 Penyuluh THL-TB, 45 Penyuluh Peternakan dalam Pertemuan Teknis Pemberdayaan Penyuluhan, di Hotel Wonua Monapa, Kamis, 21/11/2019.
Dalam kesempatan itu, Surunuddin menyampaikan agar kedepan lahan masyarakat tidak boleh ada yang tidak produktif lagi, semua harus termanfaatkan untuk di tanami dengan tanaman jangka pendek yang cepat mendapatkan hasil.
“Jadi lahan yang ada harus dimanfaatkan menjadi kebun keluarga (Family Farming) agar kebutuhan seperti sayur mayur dapat terpenuhi hal ini juga dapat menghemat pengeluaran finansial warga,” katanya.
Selain itu, Surunuddin mengajak seluruh penyuluh pertanian untuk berperan aktif dalam memajukan pertanian. sehingga cita cita bersama mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri dapat terwujud.
“saya sangat berharap kepada bapak dan ibu penyuluh untuk bekerja maksimal, jangan berhenti untuk berinovasi serta jangan banyak mengeluh dalam memberikan pelayanan kepada masyatakat,” pintanya.
Dikatakan, terkait data pertanian pihaknya akan melakukan pembenahan data agar memiliki data dan persepsi serta cara berfikir yang sama untuk kemajuan pertanian di Konsel.
“Jadi kesamaan cara berfikir dan sinergitas sangat penting apalagi kita berada di era digital 4.0. kalau saya terjemahkan dalam bidang pertanian harus mempunyai nilai tambah, contohnya Jerami dan atau Ternak Sapi, selain dagingnya, kotoran dan kencing sapi dapat di manfaatkan dan diolah menjadi pupuk sehingga kita tidak tergantung dengan pupuk subsidi yang sangat terbatas,” jelasnya.
Lebih lanjut surunuddin menyampaikan kedepan tantangan yang akan dihadapi yakni memaksimalkan peta unggulan pertanian desa, sehingga dalam melakukan penanaman produk unggulan desa mempertimbangkan kontinuitas.
“Misalkan, tanaman jeruk yang akan kita kembangkan ditanam secara berkala di beberapa desa sehingga ketika panen desa satu berikutnya akan panen desa lain. sehingga dalam setahun jeruk dapat dipanen beberapa kali. jadi jangan menanam seenaknya dan tidak fokus dalam bertani ini adalah tantangan kita bersama,” ucapnya.
Dia mengatakan, penyuluh pertanian harus berperan aktif dalam menghidupkan aset masyarakat yaitu tanah untuk dimanfaatkan menjadi lahan perkebunan yang produktif.
“Jadi saya tidak mengizinkan masyarakat maupun kepala desa menjual tanah tapi harus diolah karena itu adalah aset kita yang berharga, jika ada kades yang menjual tanah dengan hanya bermodal SKT saya akan beri sanksi,” tegasnya.
Surunuddin mengatakan, telah sering menerima laporan terkait banyaknya permasalahan pertanian yang akar masalahnya adalah warga engan mengolah dan cenderung menjual.
Olehnya itu, pihaknya bertekad dan berbuat untuk menyelesaikan persoalan yang ada salah satunya dengan memaksimalkan peran penyuluh pertanian.
“Selanjutnya Penyuluh dan kelompok tani akan dilatih sehingga dapat bersinergi dan siap secara struktur serta matang dalam menguasai program untuk menjemput program pemerintah pusat untuk kemajuan dan kesejahteraan petani di desa,” terangnya.
Surunuddin juga menyampaikan saat ini terobosan yang dilakukan bagi penyuluh adalah Bank dalam Memberikan bantuan modal melalui KUR kepada petani harus melalui berifikasi penyuluh. Sebab, lanjut dia, merekalah yang mengetahui tentang kolompok tani binaan dan juga agar pemanfaatan bantuan modal tersebut tepat sasaran.
“Hal ini telah berhasil dilakukan sehingga bank mengapresiasi karena kebijakan tersebut menguntungkan semua terbukti angka kemiskinan konsel turun 3%,” katanya.
Dia menambahkan, kedepan tenaga penyuluh akan di bagi wilayah kerjanya sehingga semua desa ada penyuluh, karena mewujudkan desa maju salah satunya adalah peran penyuluh.
Reporter: Marwan Toasa
















