Faktual.Net,Tidore. Dalam rangka menindaklanjuti surat resmi dari Menteri Dalam Negeri pada tanggal 30 Desember 2019 tentang antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah menggelar rapat Pembentukan Posko Kesiapsiagaan Bencana yang dipimpin Sekretris Daerah Kota Tidore Kepulauau, Asru Sani Soleiman bertempa ruang rapat Walikota, Senin (13/1/20).
Dalam rapat tersebut membahas tentang beberapa agenda diantaranya penjelasan terkait dengan kondisi cuaca dari BMKG, Pementapan waktu tanda darurat, Kesepakatan terakit keberadaan posko, Penentuan selaku komando posko kesiagaan serta rencana pembentukan struktur posko.
Sementera Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Asrul Sani Soleiman mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti surat resmi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada tanggal 30 Desember 2019 tentang antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana sehingga perlu membentuk posko siap siaga bencana untuk memantau cermat informasi cuaca terkini atau peringatan dini dari BMKG maupun pusat fulkanologi dan matigasi bencana geologi serta menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan pada saat siaga bencana.
“Yang paling utama adalah informasi BMKG yang diberikan harus diinformasikan kepada seluruh masyarakat dan untuk seluruh aparatur Pemerintah Daerah, TNI POLRI, Instansi Fertikal di Daerah serta para relawan siaga bencana agar selalu waspada terhadap bencana yang akan terjadi”.Tutup Asrul Sani
Kepala Basarnas Propinsi Maluku Utara, M Arafa mengatakan bahwa pada awal tahun 2020 ini diketahui di Ibukota Jakarta terkena bencana sehingga memakan banyak korban serta kerusakan yang sangat merugikan masyarakat,”untuk itu dinstruksikan disetiap Daerah agar selalu waspada dan terus kesiapsiagaan baik dari personil maupun peralatan untuk menghadapi bencana”.Tutur M Arafa
M Arafah berharap agar Pemerintah Daerah menginstruksikan kepada masyarakat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan terus mengikuti informasi yang selalu diberikan oleh BMKG maupun pusat fulkanologi dan matigasi bencana geologi.(hms)
Reporter : Aswan Samsudin














