Atlit Disabilitas dari BBRSPDI Temanggung SOINA Jateng Ikut Meramaikan Borobudur Marathon 2018

Faktual.Net, Magelang, Jateng. Tahun ini adalah tahun keemasan bagi para atlit disabilitas mengingat prestasi dan karya mereka semakin mendapat pengakuan dari pemerintah maupun berbagai kalangan.

Hal itu terlihat dalam event Borobudur Marathon 2018 yang diadakan Pemprov Jateng berkolaborasi dengan berbagai pihak. Pada tanggal 18 November 2018 sport Wisata Jateng Gayeng di event Borobudur Marathon 2018 telah berlangsung sukses diikuti oleh 9.672 peserta dari 30 negara. Mengangkat citra Candi Borobudur di mata internasional melalui agenda ”Sport Tourism” sekaligus mengangkat pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Yang agak luput dari pemberitaan media-media besar adalah team atlit disabilitas dari BBRSPDI Temanggung yaitu Roy Bagaskara dan kawan-kawan tergabung di SOINA Jateng tampak berlari di belakang Bp. Ganjar Pranowo Gubernur Jateng, Dirut Bank Jateng Supriyanto, Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono, Sartono Pengda SOINA Jateng dll. Atlit disabilitas tersebut ikut berpartisipasi meramaikan event 10 K Borobudur Marathon 2018.

Dalam event tersebut juga sekaligus menjadi ajang promosi produk sponsor dan unggulan Jateng. Salah satunya adalah kopi Posong Temanggung sejumlah 5 kuintal dibagikan sebagai minuman gratis dan bingkisan bagi semua para pelari baik yang half marathon (21K) full marathon (42 K) maupun participation run (10K) di race pack.

Terlihat juga PT. Smartfren Telecom Tbk ikut berkontribusi bagi masyarakat sebagai mitra operator telekomunikasi resmi Borobudur Marathon 2018. Adapun sebagai Ketua Yayasan Borobudur Marathon adalah Liem Chie An komisaris Artos.

Masyarakat sekitar yang dilalui lintasan pelari menyambut dengan antusias para pelari dengan aneka hiburan kesenian rakyat dan logistik bahkan ada yang memetik jambu untuk dibagi-bagikan ke para pelari yang 10 K.

Luar biasa kebersamaan yang begitu indah antar warga masyarakat dari Indonesia, Kenya, Singapore, AS, Hongkong, India, Filipina, Belanda, Swedia dll yang ikut menjadi peserta lomba lari Borobudur Marathon 2018.

Tua muda, multi ras, multi etnis, multi agama, lelaki perempuan, anak-anak, dewasa, lansia bahkan ada ibu yang tengah hamil 8 bulan ikut dalam ajang Borobudur Marathon 2018 memperebutkan hadiah piala dan uang total senilai 2 milyar dan bagi para pemenangnya yang sebagian besar di raih pelari dari Kenya mendapat kesempatan mengikuti acara Marathon di Tokyo tahun 2019 yang akan datang.

Reporter: Johan S / Lili J

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :

Mungkin Anda Menyukai