Aprima dan Pemkot Ajak Semua Pihak Hargai Proses Hukum

78

Faktual. Net, Tidore. Aprima Tampubolon Warga Kelurahan Dokiri yang merupakan korban dugaan pengroyokan oknum sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan mengajak semua pihak untuk sama-sama menghargai proses hukum yang telah dilaporkan dirinya ke pihak kepolisian Resort Tidore.

Dia mengatakan saat ini dirinya telah dimintai keterangan untuk dimuat sebagai Berita Acara Pemeriksaan (BAP), namun untuk arahnya seperti apa ia lebih mempercayakan kepada pihak kepolisian sebagai lembaga yang berkompeten.

“Saya sangat mencintai warga Dokiri, saya tidak bermaksud merubah budaya dan lain sebagainya saya hanya bermaksud untuk mencari solusi mengenai penanganan banjir di rumah saya, jadi apa yang saya jelaskan dalam pemberitaan itu benar adanya, tinggal kita lihat proses hukum arahnya seperti apa, yang pasti mereka (Polisi) sangat kompeten dibidangnya,” ungkapnya saat menyampaikan orasi singkat di depan Kantor Walikota Kota Tikep, Senin, (15/7/19) .

Akibat dugaan pengroyokan yang dialami Aprima itu, Senin kemarin juga diwarnai dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pembaharu (AMAR) Kota Tidore Kepulauan, dalam aksi tersebut mereka menyatakan sikap melalui koordinator Umum Riswan Mustafa mendesak Walikota Kota Tidore Kepulauan untuk meminta Maaf kepada masyarakat Tidore yang dilakukan oleh ASN di kantor walikota, Mendesak Walikota untuk memberikan sanksi tegas kepada ASN yang diduga melakukan tindakan premanisme dan harus disampaikan secara terbuka dihadapan publik, mendesak walikota untuk pro aktif menyerahkan para pelaku dugaan pengroyokan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Pemkot Tikep Kembali Raih Opini WTP Atas LKPD 2018

Selain itu, AMAR juga Mendesak Kapolres agar bertindak profesional, segera mengamankan CCTV, dan Mendesak DPRD Kota Tikep mengawal kasus yang sementara jalan di Polres Tidore itu, dan memanggil Walikota untuk mempertanggungjawabkan kejadian tersebut. apabila kasus ini berjalan tidak sebagaimana mestinya maka AMAR meminta Polda Maluku Utara untuk mentakeover kasus tersebut.

Baca Juga :  Audiensi Dengan Kemenag, Leadership Camp V Libatkan MA di Maros

Menanggapi persoalan tersebut Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Kepala Bagian Humas Asiz Hadad kepada sejumlah media mengatakan bahwa kasus yang dialami Aprima sesungguhnya telah masuk ke ranah hukum, untuk itu ia mengajak kepada semua pihak untuk bisa mengawal dengan baik kasus tersebut, pasalnya Pemerintah Daerah Kota Tikep juga sangat mendukung dengan proses hukum yang sementara ditangani oleh Pihak Kepolisian Resort Tidore.

“Yang pasti pemerintah mendukung penuh proses hukum, untuk itu marilah kita hargai dan hormati proses hukum yang sementara berlangsung, sehingga dengan begitu publik juga bisa tau terkait dengan permasalahan yang terjadi secara terang menderang, untuk itu atas nama Pemerintah Daerah saya mengajak semua pihak untuk kita sama-sama mengawal kasus ini agar bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :