Faktual. Net, Tidore. Pernyataan Basri Salama selaku bakal calon Wali Kota disalah satu media online yang menyatakan Kota Tidore dibawah kepemimpinan Capt H Ali Ibrahim-Muhammad Sinen tidak ada kemajuan merupakan sebuah pemikiran dangkal ,sesat berpikir dan lupa diri.
“Basri kelihatan ketakutan dan panik melihat kekuatan petahana,segala bicara dia buat seakan Tidore tidak ada kemajuan padahal diri dia sendiri yang tak maju-maju dan bermimpi siang bolong menjadi penguasa dan dia Harus tau diri,” ungkap Noval Adam SH Wakil ketua bidang politik DPD PDI-Perjuangan Maluku Utara,
Dipertegas Noval,seharusnya sebagai bakal calon, Basri harusnya memaparkan apa yang menjadi ketidakmajuan perubahan daerah ini , bukan sebaliknya mengeluarkan pernyataan yang tidak terukur kebenaranya yang dapat menimbulkan pergesekan ditengah Masyarakat hanya karna memperdebatkan opini seorang calon yang sangat provokatif ,” ucap Noval.
Noval juga mengingatkan kepada Basri untuk tidak merasa diri hebat dan dibilang Bagus, sebab indikator Bagus bagi dia apanya ?
“jangan puji diri sendiri yang banyak kurang karena selama menjabat sebagai anggota DPD-RI apa yang diperbuat Basri untuk kepentingan pembangunan kota Tidore dan selama menjabat coba masyarakat di empat Kecamatan pulau Tidore dan Empat kecamatan daratan Oba, berapa kali Basri membuat kegiatan Reses bersama warga memperjuangkan kepentingan infastruktur Tidore dihadapan Pemerintah pusat,” terang Noval.
Basri perlu ingat, dia kini tidak laku lagi di Kota Tidore dalam panggung politik, sebagian besar masyarakat Tidore tidak lagi menginginkan Basri menjadi Wakilnya apa lagi memimpin daerah ini ,fakta ketidaksukaan Masyarakat Tidore terhadap Basri Ini dapat dilihat dari hasil Pileg tahun 2019 lalu, dimana dari 70.111 DPT Tidore Basri Salama hany a mendapat 6.811 suara,dan dinyatakan tidak lolos lagi sebagai anggota Parlemen senayan ,memalukan jika hari ini Basri mengaku maju sebagai kepala daerah mengevaluasi kinerja Pemerintahan Aman yang penuh prestasi ,
” Dia ngaur bicara kegagalan sampai lupa kalau dia politisi gagal,” Sebut Noval.
Bahkan Noval menyakini kegagalan Basri Salama di Tahun 2019 akan terjadi lagi di Tahun 2020 dan sudah menjadi Karma politik bagi seorang Basri.
Reporter : Aswan Samsudin
















