
Faktual.Net, Jakarta – pemuda dan pemudi Jakarta utara yang sudah lulus dari SMA Sederajat maupun akademis sangat sedikit peluangnya untuk mengikuti seleksi PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) tahun anggaran 2022 tahap I, dikarenakan diduga perekrutan hanya untuk kalang sendiri SDA atau ada berbau KKN.
Hal ini diungkapkan anak-anak dari Jakarta utara kepada media online faktual.net, selasa (21/12) , yang merasakan dari tahun ketahun belum pernah mendengar atau ada pengumuman secara publikasi terbuka untuk perekrutan PJLP khususnya di Sudin SDA Jakarta utara.
Anto (23) dan kawannya pemuda dari kelurahan sunter agung merasa kecewa dengan informasi yang didengar bahwa seleksi perekrutan PJLP tahun 2021 sudah dilaksanakan dan calon honorer Pemda DKI Jakarta diduga didominasi pekerja yang lama dan juga bawaan dari pejabat terkait atau diduga KKN. Dan infonya rekrutmen hanya kalangan tersendiri.
“informasi yang kami dapat tiap akhir tahun selalu ada perekrutan untuk jadi petugas PJLP, tapi kami tidak tahu pasti untuk tanggal dimulainya sekeksi,” kata anto
Anto meneruskan, untuk tahun 2020 tidak ada untuk perekrutan PJLP karena masa pandemi covid-19, itu diketahuinya dari informasi petugas atau PJLP yang masih aktif.

Hal senada juga diungkapkan oleh Arif(22), bahwa tahap I rekrutmen PJLP di Sudin SDA Jakut sudah tinggal menunggu hasil atau pengumuman, dan diduga yang ikut seleksi ada yang bukan warga yang ber-KTP DKI Jakarta dan juga bawaan dari pegawai ASN SDA Jakut.
“informasi yang kami dapat tiap akhir tahun selalu ada perekrutan untuk jadi petugas PJLP, tapi kami tidak tahu pasti untuk tanggal dimulainya sekeksi,” kata anto
Anto meneruskan, untuk tahun 2020 tidak ada untuk perekrutan PJLP karena masa pandemi covid-19, itu diketahuinya dari informasi petugas atau PJLP yang masih aktif.
Hal senada juga diungkapkan oleh Arif(22), bahwa tahap I rekrutmen PJLP di Sudin SDA Jakut sudah tinggal menunggu hasil atau pengumuman, dan diduga yang ikut seleksi ada yang bukan warga yang ber-KTP DKI Jakarta dan juga bawaan dari pegawai ASN SDA Jakut.
“info yang kami dapat, mayoritas yang ikut sekeksi adalah orang lama dan juga bawaan, karena hanya mereka yang tahu informasi rekrutmenya,” ucapa Arif
Anto dan arif berharap melalui pemberitaan media faktual.net, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana turun tangan untuk memeriksa orang- orang yang mengikuti sekeksi penerimaan PJLP di Sudin SDA Jakut.
“Pak Gubernur dan Pak Wali Kota kalau mau transparan coba periksa perekrutan dari tahun ketahun, apakah semua berdomisili KTP DKI dan usia maksimalnya sesuai dengan peraturan,serta yang ikut mendaftar seleksi secara terbuka” harap Anto dan Arif.
R.S dari penggiat Tipikor dan juga selalu aktif mengkritik kinerja ASN atau SKPD dan UKPD Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta berkomentar kepada Faktual.Net, selasa (21/12), bahwa hasil dari investigasinya, perekrutan PJLP Khususnya Sudin SDA sarat dengan dugaan KKN.
“yang jelas persyaratan yang nomor 1 adalah diutamakan ber KTP DKI, tidak sulit untuk menemukan dan membuktikan dugaan kecurangannya, lihat data saat seleksi pertama, jika saat ikut Seleksi awal KTP nya bukan DKI ya disesuaikan saja dengan aturan mainnya,” jelas R.S
R.S menambahkan, jika memang mengikuti persyaratan yang berlaku yaitu nomor 9 (diutamakan memiliki pengalaman bekerja dalam kurun waktu 1(satu) tahun terakhir dibidang pemerintahan, begitu juga nomor 1-2-13-14 harus memiliki Sertifikat dll, sangat kecil peluang bagi lulusan siswa-siswi yang baru, karena itu pelaksanaan yang dikerjakan tidak bagus (Rusak/hancur)
“Harus menjalankan yang benar Pak Anies sebagai Gubernur dan Pak Ali Maulana Walikota sebagai tuan rumah Kota Jakut, sesuai dengan isi Pengumuman Nomor 3996/-082.87 tahun anggaran 2022 (TAHAP 1) Sudin SDA Jakarta Utara mengintruksikan, supaya memeriksa data peserta sesuai peraturan untuk yang ikut seleksi, dan supaya hasil kerja tidak ada yang rusak /hancur, agar ada perubahan, maka dibuktikan saja kelapangan, supaya anggaran tidak boros, begitu juga barang dari gudang sudin sda jakut berjalan dengan tidak benar, dari pengalaman bekerja di pemerintahan sudah merosot sebagai buktinya, maka Pemerintah Kota Administrasi Jakarta utara terbukti belum kategori fakta Integritas,” ujar R.S.
Media Faktual. Net mencoba untuk konfirmasi informasi publik kepada pihak Sudin SDA yaitu Deny Tri Hendarto yang berkopeten sebagai Rekrutmen PJLP Sudin SDA Jakut melalui WA nya, tapi dua kali komunikasi belum direspon.(zul)















