oleh

Aksi Protes Akibat Postingan Provokatif di Medsos, Tiga Warga India Tewas

Faktual.Net, New Delhi, India – Tiga orang tewas di Kota Bengaluru, India, pada Selasa (11/8/2020) malam, setelah polisi melepaskan tembakan ketika bentrokan yang terjadi akibat aksi protes atas postingan di Media Sosial (Medsos) yang bersifat provokatif terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dilansir dari The Muslim News, salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, sebagian besar warga turun ke jalan di beberapa sudut kota karena postingan provokatif seorang pria yang mengaku sebagai kerabat politisi lokal.

Banyak orang berkumpul di luar kediaman sang politisi, bentrokan juga terjadi di daerah itu. Menurut laporan salah satu penyiar lokal NDTV, pengunjuk rasa yang mengutuk postingan provokatif tersebut juga membakar banyak kendaraan, sehingga aparat kepolisian setempat terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Massa juga mendatangi kantor polisi DJ Halli, membakar kendaraan di luar stasiun dan menuntut agar oknum pemosting konten provokatif tersebut ditangkap.

Komisaris Polisi Bengaluru Kamal Pant menulis di akun Twitternya pada Rabu (12/8/2020) pagi, bahwa lebih dari 100 orang telah ditangkap karena aksi pembakaran serta postingan.

“Berkenaan dengan insiden di DJ Halli, terdakwa Naveen ditangkap karena memposting kalimat penghinaan. Selain itu totalnya 110 terdakwa ditangkap karena pembakaran, pelemparan batu dan penyerangan terhadap polisi. Himbauan kepada semua untuk bekerja sama dengan polisi untuk menjaga perdamaian,” ungkap Kamal Pant kepada awak media setempat.

Baca Juga :  Srikandi Kecamatan Tompobulu Di Cikoro Antusias Sambut Kedatangan Ibu Priska

Disebutkannya bahwa sekitar 60 personel polisi terluka akibat aksi tersebut. Massa yang telah berada di kantor polisi kemudian menuntut agar tersangka diserahkan kepada mereka.

“Kemudian mereka melakukan aksi kekerasan. Itu semua terjadi karena di picu oleh postingan yang menghina Nabi di media sosial,” katanya.

Ia menambahkan, jam malam telah diberlakukan di dua wilayah yurisdiksi kepolisian.

“Ditjen Halli dan KG Halli pun melihat adanya insiden kekerasan. Untuk mengendalikan ini, polisi menggunakan serangan lathi, gas air mata dan tembakan. Komisaris Polisi mendatangi tempat itu. Bandobast polisi sudah siap. Tindakan tegas akan diambil terhadap para pelanggar tersebut,” tulis salah satu anggota polisi Bengaluru di akun Twitter.

Setelah insiden tersebut, para Ulama dan Politisi Muslim turun tangan. Mereka meminta seluruh warga untuk menahan diri dan tidak melakukan kekerasan.

Terdapat satu pemuda yang punya keterkaitan dengan politisi lokal. Ia diduga telah memposting kalimat bertuliskan ‘Saya tidak sekuler’. Kemudian ia juga memposting postingan yang menghina Nabi Muhammad SAW di medsos sehingga memicu kemarahan warga.

Baca Juga :  Swab Di Puskemas Gratis, Bawa Foto Copy KTP Dan Kartu Keluarga

Salah satu tokoh ulama Muslim di Bengaluru, Maulana Mohammed Maqsood Imran Rasheedi mengimbau bahwa masyarakat harus tetap menjaga perdamaian dan tidak melakukan aksi kekerasan.

Pemimpin Kongres Senior Dinesh Gundu Rao juga menggugah postingan dalam di akun Twitter-nya dengan menghimbau agar masyarakat tetap tenang.

“Apa yang ditulis tentang Nabi adalah pekerjaan orang yang sakit hati, dengan niat untuk menciptakan kekerasan. Ini sangat tidak pantas, dan pernyataan seperti itu tentang siapa pun yang dihormati oleh komunitas mana pun perlu ditangani dengan cara seketat mungkin oleh pihak berwenang,” unggahnya di akun Twitternya.

Dalam cuitan lainnya, ia juga menuturkan bahwa jika terdapat suatu tulisan yang tidak menyenangkan, maka pasti akan berurusan dengan hukum.

“Ada begitu banyak cara dalam demokrasi untuk memperjuangkan keadilan. Dalam dunia Media Sosial saat ini, kata-kata provokatif kemungkinan besar ditulis oleh orang-orang yang merasa sakit hari. Mari kita sama-sama mengutuknya, tapi Kekerasan bukanlah solusi terbaik,” tuturnya.

Sumber: The Muslim News.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :