Example floating
Example floating
DaerahPeristiwa

Agista Aryani Berpulang Sultra Berduka. Meninggal Akibat Covid-19 ?

×

Agista Aryani Berpulang Sultra Berduka. Meninggal Akibat Covid-19 ?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Kabar duka datang dari Gedung Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), atas berpulangnya Agista Aryani Ali Mazi, Istri Ali Mazi Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara. Kabar duka yang menghebohkan, Selasa (13/7/2021), sekitar 17.30 di media sosial itu nyaris tidak dipercaya, sebab beberapa saat sejak beredarnya informasi melalui banyak pesan singkat di jejaring whatsApp hingga malam hari belum mendapat konfirmasi dari pihak keluarga.

Selanjutnya, usai magrib kembali beredar video ambulance yang kemudian diketahui mengantar jenazah Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi, langsung ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka Kendari, dan langsung dimakamkan malam itu juga, dengan standar Covid-19, selanjutnya beredar foto pusara Almarhumah Agista Aryani yang telah dikebumikan.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya yang mengenal pribadi Alamarhum Agista, sapaan akrab istri Ali Mazi itu, kerap tampil modis dan gaul serta sangat interaktif, baik di dunia sosial secara nyata maupun media sosial seperti facebook dan sebagainya. Hal ini sebagai bentuk responsive kepribadian almarhumah kepada masyarakat dalam berkomunikasi. Kegemarannya mengapdate status melalui media sosial tentu membuat warga Sultra senantiasa dapat mengetahui keberadaannya, baik dalam mendampingi suami maupun menjalankan tugas organisasi yang diamanahkan masyarakat dan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Misalnya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua KONI Sultra.

Pernyataan resmi dari Gedung Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra akhirnya keluar satu hari setelah pemakaman jenazah mendiang Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi, Rabu (14/72021).

Agista Aryani Ali Mazi senantiasa mendampingi tugas suami sebagai Gubernur Sultra, semasa hidupnya.

“Innalillahi wainnailahi rojiun, kullu nafsin dzaiqotul maut, sesungguhnya setiap jiwa akan merasakan kematian. Tak ada kehidupan yang kekal dan abadi di dunia ini, selain Sang Pemilik Hidup, Allah Azza wa Jalla Tuhan Semesta Alam. Kabar duka atas berpulangnya Ibu Agista Aryani Ali Mazi, istri Bapak Ali Mazi Gubernur Sulawesi Tenggara tentu telah diketahui oleh seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, tepatnya Selasa, 13 Juli 2021,” seperti dikutip dari pers rilis keluarga yang diwakili oleh Drs Asrun Lio MHum PhD.

Pihak keluarga Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi yang masih merasakan duka yang sangat mendalam baik di Sultra maupun di Manado Provinsi Sulawesi Utara kampung Almarhum, tak lupa juga meminta dibukakan pintu maaf bagi almarhumah, jika semasa hidup terdapat kesalahan dan kehilafan dalam interaksi keseharian di masa hidup almarhumah.

“Berpulangnya Ibu Agista Aryani Ali Mazi, atas nama Suami maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, yang telah mendampingi semasa hidup dalam tugas dan jabatan sebagai istri, Ketua PKK dan posisi lainnya yang telah dipercayakan oleh pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tenggara, kami mengucapkan permohon maaf yang sebesar-besarnya jika selama hayat Ibu Agista Aryani Ali Mazi terdapat hal yang kurang berkenan di hati, kiranya dapat dibukakan pintu maaf, sebagai jalan dilapangkan perjalanan Almarhumah,” tulis pers rilis asal gedung putih itu.

Di saat Negara Indonesia dilanda pandemi Covid-19 awal tahun 2020, seluruh masyarakat Indonesia harus patuh padah protokol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat. Seluruh aktivitas perjalanan dan tugas-tugas, masyarakat harus taat prokes. Tanpa terkecuali Ibu Agista Aryani Ali Mazi, dalam setiap aktivitasnya taat pada protap dan prokes, namun kegemarannya untuk berinteraksi dengan masyarakat meskipun taat pada prokes pun tak dapat mengendalikan takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pemilik Hidup Allah SWT.

Baca Juga :  MPLS SMAN 10 Bulukumba Makin Berkelas, Siswa Dibekali Etika Digital dan Keamanan Siber

“Pribadi Ibu Agista Aryani Ali Mazi yang sangat ceria dan tegar itupun tetap diperlihatkan meskipun beliau mengetahui dirinya sakit, oleh sebab itu atas permintaan pribadi beliau ingin memisahkan diri dari keluarga untuk dirawat di rumah sakit,” urai Asrun Lio.

Pusara Almarhuma Ibu Agista Aryani Ali Mazi (Lahir 21 April 1975, Wafat 13 Juli 2021)

Seperti diketahui, paska Agista Aryani dirawat dirumah sakit, beredar berita tentang istri gubernur Sultra itu yang terserang Covid-19. Namun selanjutnya kembali beredar ditepisnya berita tersebut. Menurut Asrun Lio, sumber berita tersebut seluruhnya tidak berasal dari pihak keluarga Almarhumah.

“Melalui kesempatan ini, perkenankan atas nama keluarga besar Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi, menyampaikan bahwa tidak adanya informasi resmi dari keluarga tentang sakit yang diderita oleh Almarhumah disebabkan oleh karena keadaan Ibu Agista Aryani Ali Mazi yang dalam kondisi fisik menunjukkan keceriaan dan ketegarannnya, serta pertimbangan oleh Almarhumah sendiri yang tidak ingin merisaukan keluarga, dan masyarakat yang menghubungkan penyakit beliau dengan adanya pandemi Covid-19 di Sulawesi Tenggara, sehingga dapat menyebabkan timbulnya kekuatiran yang berlebihan,” detail Asrun Lio.

Perjalanan hidup mendiang Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi sebagai istri dan ibu dari lima orang anak (empat putra dan 1 putri), dalam mendampingi suami menjabat Gubernur Sulawesi Tenggara pada periode pertama (Tahun 2003-2008) dan periode kedua sejak 5 September 2018 lalu, banyak menyimpan suka duka dan berbagai cerita yang belum seluruhnya dapat dibukukan. Selanjutnya dalam masa-masa pencalonan sang suami yaitu Ali Mazi SH yang kembali maju berjuang untuk melanjutkan kepemimpinannya pada periode pertama jabatannya, harus tumbang selama dua periode pertarungan yang kala itu di menangkan oleh Nur Alam, namun mantan sang rival tidak sampai menuntaskan masa kepemimpinannya di periode kedua akibat terjerak KPK. Sepuluh tahun kemudian, Ali Mazi kembali melanjutkan memimpin Bumi Anoa didampingi istri tercinta Agista Aryani Ali Mazi, yang idealnya tanggal 18 Juli menjadi hari terindah 21 tahun pernikahan mereka, namun kenyataannya berbalik.

“Akhir kata, pada hari yang sedianya menjadi momen bahagia menjelang Hari Ulang Tahun Pernikahan Ibu Agista Aryani Ali Mazi dan Bapak Ali Mazi, yang ke-21 Tahun (18 Juli 2000-18 Juli 2021), kembali kami menghaturkan permohonan maaf atas segala salah dan khilaf Almarhumah kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya dan seluruh kerabat handaitolan dan mitra-mitra di Indonesia umumnya, serta tak lupa kami haturkan ucapan terimakasih yang tak terhingga atas doa tulus dan perkenaan maaf kepada Almarhumah Ibu Agista Aryani Ali Mazi. Mari kita doakan semoga Almarhumah Agista Aryani Ali Mazi, diampuni segala dosa serta diberi tempat terbaik disisi Allah SWT, berangkat dalam keadaan Husnul Khatimah, Amiin Yaa Robbal Alamin.” Tutup Asrun Lio.

REDAKSI

 

Tanggapi Berita Ini