
Faktual.Net, Kendari, Sultra — Peduli korban penganiayaan di Muna Barat, Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Haluoleo (UHO) berkolaborasi bersama Lembaga Kesatuan Pemuda Mahasiswa Maperaha (KPMM) menggelar penggalangan dana di perempatan Pasar Baru, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) Jumat, 19/03 2021.
Aksi penggalangan dana ini merupakan sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, terhadap sesama manusia yang membutuhkan uluran tangan, dengan tujuan untuk membantu korban penganiayaan dan pembusuran yang terjadi di Kabupaten Muna Barat. Pada malam selasa lalu dan sekarang masih melakukan proses operasi dan pemulihan untuk bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. Hal ini di ungkap oleh Rasmin Ketua DPK GMNI Fisip UHO Kendari.
“Untuk membantu korban penganiayaan dan pembusuran, kami lakukan Galang dana agar meringankan beban sodara Eman yang tertimpa musibah dan mengeratkan kebersamaan dan persaudaraan kami sebagai elemen gerakan mahasiswa dan pemuda,” ungkap Rasmin, kepada Media Faktual.Net.
Tak hanya itu, Rasmin juga menyampaikan, untuk meringankan para korban pembusuran, Alhamndulillah kolaborasi KPMM dan GMNI Fisip UHO, berhasil mengumpulkan total penggalangan dana yang terkumpul sebesar Rp 1.741.000-.
“Terima kasih kepada masyarakat Kota Kendari yang sudah berkonstribusi dan memberikan atensi untuk meringankan beban korban. Semua kontribusi masyarakat hasilnya akan kami berikan kepada korban secepat mungkin dan bermanfaat demi meringankan duka keluarga korban,” kata Rasmin.
Hal itu senada, dengan Salun Ketua KPMM juga mengatakan, tujuan dari penggalangan dana yaitu untuk membantu meringankan biaya operasi korban pembusuran yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab atas tindakan penganiayaan saudara Eman (16).
Dia juga berharap dengan penggalangan dana ini mampu sedikit menutupi dana yang di gunakan pada saat operasi dan mampu mengeratkan tali persaudaraan antara kita sesama masyarakat Desa Maperah.
“Yang menjadi harapan bersama juga semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi amal jariah di akhirat kelak. Kegiatan seperti ini harus kita budayakan agar rasa kesatuan diantara kita tetap melekat di dalam diri masing-masing orang,” pungkas Salun.
Reporter: Kariadi















