Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaDaerahHukumKriminalNasional

Tudingan Markup BPNT di Takalar, Koordinator Pendamping Menampik

30
×

Tudingan Markup BPNT di Takalar, Koordinator Pendamping Menampik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Takalar, Sulsel,  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah program Bantuan Sosial (Bansos).

Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) yang diperuntukkan masyarakat yang kurang mampu.Rabu(13/01/2021)

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Bansos BPNT ini dinilai membantu kebutuhan pokok masyarakat, lantaran disebutkan sangat memenuhi dan meringankan beban bagi penerima setiap bulannya.

Namun, kepuasaan masyarakat yang di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berbanding terbalik. Pasalnya, sempat beredar kabar adanya dugaan markup (penggelembungan) harga bansos BPNT.

Kabar dugaan penggelembungan itu ditampik oleh Koordinator Pendamping BPNT Kabupaten Takalar, Zainuddin.

“Penyaluran BPNT di Takalar sudah berjalan sebagaimana mestinya, programnya telah tercapai karena telah memenuhi 3 komoditi, yakni karbohidrat, protein, dan mineral,” jelas Zainuddin saat melakukan konferensi pers di Nobar Cafe, Kecamatan Patallassang, Kabupaten Takalar, Rabu (13/1/21).

Perihal penggelembungan, Zainuddin mengaku, telah melakukan pengecekan di lapangan.

“Fakta di lapangan sudah saya cek langsung dan memang harga item sembako yang ada di BPNT memang demikian adanya karena beberapa agen memang menerapkan itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bendahara BUMDes Kalipucang Kulon Mundur, Soroti Minimnya Transparansi Pengelolaan Keuangan

Ia juga menyampaikan untuk meminimalisir dugaan penggelembungan, pihaknya telah menyampaikan kepada KPM untuk transparan terhadap harga bansos itu.

“Telah ada transparansi karena harganya telah ditulis dipapan informasi masing-masing KPM,” imbuhnya.

Zainuddin juga mengaku, penyaluran BPNT adalah merupakan proses jual beli bukan pengadaan barang dan jasa.

“Ini bisnis dan bukan saya mengatakan itu tapi jelas di pedoman umum BPNT dan peraturan presiden yang menyebutkan itu,” tandasnya.

Sementara itu, LSM Barapi yang melakukan pemantauan penyaluran BPNT mengaku, penyalurannya di Takalar sudah berjalan sesuai apa yang diharapkan.

“Kita mesti beri apresiasi kepada pendamping BPNT karena telah melakukan konferensi pers sebagai upaya transparansi penyaluran bansos di Takalar,” jelas Direktur Eksekutif LSM Barapi, Dirman.

Sekedar diketahui, kurang lebih 31.316 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima dampak positif dari program BPNT.

(dzul)

Tanggapi Berita Ini