
Faktual.Net, Muna, Sultra — Agry Ketua Forum Pemerhati Masyarakat (FPM ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak masyarakat usai Pilkada untuk saling menjaga, mempererat tali persaudaraan dan tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak persatuan di Muna.
Edol Sandrika yang biasa disapa Agry, mengatakan Rusman Emba dan Rajiun Tumada, mereka adalah putra terbaik daerah Kab. Muna serta tokoh, tentunya mereka mempunyai gagasan, ide sesuai kreatiftas masing-masing atau visi-misi. Mereka mempunyai harapan yang besar, demi kemajuan dan perkembangan suatu daerah yang lebih baik pula. Namun soal perbedaan warna hal biasa dalam menyikapi politik, begitupun kalah dan menang.
“Semoga figur yang terpilih dapat mengemban amanah dan yang paling penting menjaga silahturahmi antar kita sesama dan saling bergandengan tangan. Dan yang harus kita pahami ialah memupuk rasa persaudaraan baik antara kelompok terciptanya rasa aman dan damai, jadikan perbedaan warnah seperti pelangi yang indah tetap bersatu padu, tidak ada lagi kubu 01 dan 02 yang ada hanya 03 Persatuan Masyarakat Muna,” ucap Agry pada Faktual.Net, Kamis (10/12/2020).
Agry mahasiswa yang telahir dari rahim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO), pemuda asal Muna Barat, juga meminta kepada masyarakat agar dapat menciptakan prinsip kekeluargaan, gotong royong, musyawarah mufakat sesuai nilai-nilai yang terkandung pada Pancasila.
“Kalau kita saling hujat, yang terjadi malah membuat suasana kerukunan dan persaudaraan menjadi pecah,” imbuhnya lagi.
Lebih jauh, Agry berharap agar masyarakat tidak menjadikan hasil penghitungan cepat atau quick count sebagai dasar untuk menyatakan pihak mana yang menang dan yang kalah pada Pilkada.
“Yang harus dijadikan sebagai dasar dan acuan adalah menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU, yang bekerja secara profesional, jujur, adil, transparan, dan akuntabel, sehingga masyarakat bisa menerima hasil Pilkada dengan ikhlas dan legowo,” pungkas Agry.
Reporter: Kariadi














